Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bio Farma Perkuat Produksi Vaksin Lokal untuk Ekspor 2026

Bio Farma menargetkan ekspor vaksin mulai 2026 dengan fokus pengembangan produk baru dan penguatan kapasitas produksi dalam negeri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 15.37 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
Bio Farma Perkuat Produksi Vaksin Lokal untuk Ekspor 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bio Farma mempercepat transformasi sektor farmasi nasional dengan memperkuat kapasitas produksi vaksin dalam negeri sebagai fondasi utama ekspor ke negara lain. Dalam perjalanan menuju kemandirian, perusahaan menekankan pentingnya pengurangan ketergantungan terhadap bahan baku impor melalui pengembangan produksi lokal. Langkah strategis ini dilakukan melalui anak usaha PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia yang telah berhasil memproduksi 19 jenis molekul aktif untuk kebutuhan farmasi dalam negeri.

Upaya tersebut dilakukan secara paralel dengan peningkatan efisiensi produksi dan kualitas sumber daya manusia. Bio Farma menekankan komitmen terhadap standar internasional dalam setiap tahap produksi, termasuk pada vaksin dasar seperti polio, tetanus, dan difteri yang kini dikemas secara lebih efisien. Tujuan utamanya adalah memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus memperkuat posisi ekspor berbasis kualitas dan keandalan.

Pencapaian target tahun 2026 menjadi fokus utama, di mana Bio Farma berencana meluncurkan empat vaksin baru: HPV, tifoid, malaria, dan demam berdarah (DBD). Rencana ini sejalan dengan arahan WHO dan kebutuhan pasar global yang terus berkembang. Dalam proses tersebut, perusahaan menegaskan pentingnya tata kelola bisnis yang profesional dan transparan, sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG), demi menjaga kredibilitas dan daya saing.

Dukungan finansial dari Danantara sebagai holding BUMN menjadi kunci penting dalam mewujudkan ambisi ekspansi. Bio Farma berharap pendanaan yang memadai dapat mempercepat pengembangan infrastruktur, riset, dan inovasi produk. Dengan pendekatan terintegrasi antara produksi, riset, dan tata kelola, perusahaan yakin mampu menjawab tantangan global sambil tetap menjaga kemandirian sektor kesehatan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya