Bio Farma Perkuat Produksi Vaksin Lokal untuk Ekspor 2026
Bio Farma menargetkan ekspor vaksin mulai 2026 dengan fokus pengembangan produk baru dan penguatan kapasitas produksi dalam negeri.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 15.37 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bio Farma mempercepat transformasi sektor farmasi nasional dengan memperkuat kapasitas produksi vaksin dalam negeri sebagai fondasi utama ekspor ke negara lain. Dalam perjalanan menuju kemandirian, perusahaan menekankan pentingnya pengurangan ketergantungan terhadap bahan baku impor melalui pengembangan produksi lokal. Langkah strategis ini dilakukan melalui anak usaha PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia yang telah berhasil memproduksi 19 jenis molekul aktif untuk kebutuhan farmasi dalam negeri.
Upaya tersebut dilakukan secara paralel dengan peningkatan efisiensi produksi dan kualitas sumber daya manusia. Bio Farma menekankan komitmen terhadap standar internasional dalam setiap tahap produksi, termasuk pada vaksin dasar seperti polio, tetanus, dan difteri yang kini dikemas secara lebih efisien. Tujuan utamanya adalah memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus memperkuat posisi ekspor berbasis kualitas dan keandalan.
Pencapaian target tahun 2026 menjadi fokus utama, di mana Bio Farma berencana meluncurkan empat vaksin baru: HPV, tifoid, malaria, dan demam berdarah (DBD). Rencana ini sejalan dengan arahan WHO dan kebutuhan pasar global yang terus berkembang. Dalam proses tersebut, perusahaan menegaskan pentingnya tata kelola bisnis yang profesional dan transparan, sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG), demi menjaga kredibilitas dan daya saing.
Dukungan finansial dari Danantara sebagai holding BUMN menjadi kunci penting dalam mewujudkan ambisi ekspansi. Bio Farma berharap pendanaan yang memadai dapat mempercepat pengembangan infrastruktur, riset, dan inovasi produk. Dengan pendekatan terintegrasi antara produksi, riset, dan tata kelola, perusahaan yakin mampu menjawab tantangan global sambil tetap menjaga kemandirian sektor kesehatan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Ekonom menekankan kewajiban persetujuan multi-instansi dan risiko gagal bayar sebelum DKI Jakarta menerbitkan obligasi daerah.
12 September 2026

Donasi Rp858 Miliar dari Investor Kripto untuk Partai Populis Inggris
Investor kripto Ben Delo menyerahkan donasi sebesar Rp858,6 miliar kepada Reform UK menjelang pemilu 2029, memecahkan rekor sumbangan politik di Inggris.
12 September 2026
Pria 36 Tahun Raih Rp151 Triliun dari Jualan Robot Otomatis
Seorang pria berusia 36 tahun sukses mengumpulkan kekayaan mencapai Rp151 triliun hanya dari penjualan robot otomatis dalam waktu singkat.
12 September 2026

Belanda Pindahkan Cadangan Emas 94 Ton untuk Kesiapsiagaan Krisis
Bank sentral Belanda memindahkan 94 ton emas dari Amerika Utara ke Inggris demi memperkuat respons cepat dalam kondisi darurat global.
12 September 2026
Berita Lainnya

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA

Sinergi Bulog-TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Nasional
Sabtu, 12 September 2026, 22.31 WITA


