Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kredit UMKM Bank BPD Bali Naik 14,52% Hingga Agustus 2026

Pertumbuhan kredit UMKM di Bank BPD Bali mencapai 14,52% hingga Agustus 2026, menunjukkan komitmen mendukung ekonomi lokal dengan penyaluran yang terjaga kualitasnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 15.36 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
Kredit UMKM Bank BPD Bali Naik 14,52% Hingga Agustus 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Hingga bulan Agustus 2026, Bank BPD Bali mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam penyaluran kredit produktif, khususnya bagi sektor usaha kecil dan menengah. Dalam periode tersebut, kredit UMKM tumbuh sebesar 14,52 persen, mencapai nilai Rp14,15 triliun, menjadi bagian penting dari total portofolio kredit yang mencapai Rp26,20 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh kebijakan strategis yang mengedepankan prinsip kehati-hatian dan fokus pada pembiayaan yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kinerja keuangan bank terus menunjukkan kekuatan fundamental. Aset bank meningkat 6,05 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp44,16 triliun, sementara modal inti tumbuh 21,08 persen menjadi Rp6,25 triliun. Rasio kecukupan modal (CAR) berada di angka 30,59 persen, jauh melampaui ambang batas regulasi. Di sisi lain, laba bersih bank mencapai Rp945 miliar, tumbuh 8,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencerminkan efisiensi operasional dan manajemen risiko yang baik.

Penyaluran kredit berbasis kesejahteraan masyarakat terus diperkuat. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah menyalurkan total Rp1,61 triliun, atau 89,26 persen dari target Rp1,80 triliun, kepada 2.378 rekening dengan tingkat NPL (Non Performing Loan) nol persen. Rinciannya, 70 persen diberikan untuk sektor produksi, sisanya untuk sektor non-produksi. Penyaluran terbesar terjadi di Cabang Denpasar dan Tabanan, dengan KUR Kecil mencapai Rp1,34 triliun dan KUR Mikro sebesar Rp269,13 miliar. Selain itu, KUR SUMI juga telah disalurkan sebesar Rp480 juta.

Dukungan terhadap sektor lain juga terus berjalan, seperti Kredit Usaha dan Alat Pertanian (KUA) yang terealisasi Rp4,65 miliar (56,71% dari target), serta Kredit Industri Padat Karya (KIPK) dengan target Rp9,51 miliar. Untuk perumahan, Kredit Program Perumahan (KPP) telah mencapai Rp176,90 miliar melalui 310 rekening, dengan rincian Rp79,43 miliar untuk KPP Supply dan Rp97,48 miliar untuk KPP Demand. Produk khusus seperti KUSUMA dan KUSUMA SARI juga mencatatkan kinerja stabil dengan NPL rata-rata nol persen.

Bank BPD Bali terus menjaga kualitas aset dengan menjaga rasio kredit bermasalah (NPL Gross) pada level sehat 1,03 persen dan Loan at Risk (LaR) di 3,30 persen. Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp36,31 triliun, tumbuh 4,00 persen secara tahunan, dengan dominasi dana murah (CASA) mencapai 66,47 persen. Likuiditas bank sangat kuat, ditunjukkan oleh LCR sebesar 258,15 persen dan NSFR 143,72 persen. Dengan pendekatan pruden dan pelayanan yang berkelanjutan, bank berkomitmen menjadi mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Bali.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya