Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Influencer Kritis Tewas di Kano, Keluarga Sebut Ada Ancaman Sebelumnya

Seorang tokoh media sosial yang vokal mengkritik pemerintah di Kano, Nigeria, ditemukan tewas dengan luka parah di tenggorokan, sementara keluarganya menduga pembunuhan terkait pandangan politiknya menjelang pemilu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 15.38 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
Influencer Kritis Tewas di Kano, Keluarga Sebut Ada Ancaman Sebelumnya📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang warga Nigeria yang dikenal karena kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah, Ibrahim Khalil Dan Shagamu, ditemukan tewas di rumahnya di Kano pada Selasa malam. Korban berusia 57 tahun itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan luka sayatan di leher, setelah tetangga dan teman-temannya merasa curiga karena tidak mendapat respons sejak Senin. Pintu rumah yang tidak terbuka memaksa mereka memanjat pagar untuk mengecek kondisi korban.

Keluarga korban, termasuk kakak perempuannya, Aisha Sharu Lawan, menyampaikan bahwa korban mengalami luka parah di kepala dan dua ponselnya hilang. Lawan mengungkapkan rasa terkejut dan trauma atas kejadian tersebut, menekankan bahwa pemandangan di lokasi kejadian sangat menakutkan. Ia juga menyebut bahwa korban sempat mengalami konflik dengan sejumlah orang yang secara eksplisit mengancam akan membunuhnya.

Dan Shagamu, yang sebelumnya bekerja sebagai jurnalis di stasiun radio lokal yang didanai pemerintah, kini memiliki basis pengikut besar di Facebook dan TikTok melalui konten-konten kritisnya dalam bahasa Hausa. Konten-kontennya membahas isu-isu politik dan sosial lokal dengan nada tajam, yang membuatnya menjadi tokoh yang sering menjadi sorotan. Meski belum ada bukti resmi, keluarga dan aktivis HAM menduga kematian ini terkait dengan pandangan politiknya.

Amnesty International mengecam tindakan tersebut sebagai pembunuhan brutal dan menyerukan penyelidikan segera. Lembaga tersebut menekankan bahwa situasi politik menjelang pemilu di Nigeria sering kali memicu ancaman dan kekerasan terhadap tokoh-tokoh kritis. Pemilu presiden yang dijadwalkan pada 16 Januari 2027 diperkirakan akan menjadi periode rentan terhadap intimidasi, termasuk penggunaan preman bayaran untuk membungkam oposisi dan mengintervensi proses demokrasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya