Influencer Kritis Tewas di Kano, Keluarga Sebut Ada Ancaman Sebelumnya
Seorang tokoh media sosial yang vokal mengkritik pemerintah di Kano, Nigeria, ditemukan tewas dengan luka parah di tenggorokan, sementara keluarganya menduga pembunuhan terkait pandangan politiknya menjelang pemilu.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 15.38 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang warga Nigeria yang dikenal karena kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah, Ibrahim Khalil Dan Shagamu, ditemukan tewas di rumahnya di Kano pada Selasa malam. Korban berusia 57 tahun itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan luka sayatan di leher, setelah tetangga dan teman-temannya merasa curiga karena tidak mendapat respons sejak Senin. Pintu rumah yang tidak terbuka memaksa mereka memanjat pagar untuk mengecek kondisi korban.
Keluarga korban, termasuk kakak perempuannya, Aisha Sharu Lawan, menyampaikan bahwa korban mengalami luka parah di kepala dan dua ponselnya hilang. Lawan mengungkapkan rasa terkejut dan trauma atas kejadian tersebut, menekankan bahwa pemandangan di lokasi kejadian sangat menakutkan. Ia juga menyebut bahwa korban sempat mengalami konflik dengan sejumlah orang yang secara eksplisit mengancam akan membunuhnya.
Dan Shagamu, yang sebelumnya bekerja sebagai jurnalis di stasiun radio lokal yang didanai pemerintah, kini memiliki basis pengikut besar di Facebook dan TikTok melalui konten-konten kritisnya dalam bahasa Hausa. Konten-kontennya membahas isu-isu politik dan sosial lokal dengan nada tajam, yang membuatnya menjadi tokoh yang sering menjadi sorotan. Meski belum ada bukti resmi, keluarga dan aktivis HAM menduga kematian ini terkait dengan pandangan politiknya.
Amnesty International mengecam tindakan tersebut sebagai pembunuhan brutal dan menyerukan penyelidikan segera. Lembaga tersebut menekankan bahwa situasi politik menjelang pemilu di Nigeria sering kali memicu ancaman dan kekerasan terhadap tokoh-tokoh kritis. Pemilu presiden yang dijadwalkan pada 16 Januari 2027 diperkirakan akan menjadi periode rentan terhadap intimidasi, termasuk penggunaan preman bayaran untuk membungkam oposisi dan mengintervensi proses demokrasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Skandal pencurian uang tunai Rp10,18 miliar dari sofa penginapan milik Presiden Afrika Selatan memicu gelombang kritik dan upaya pemakzulan yang kini kembali bergulir di pengadilan.
12 September 2026

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Indonesia menegaskan komitmen terhadap perikanan skala kecil dengan perkuatan kebijakan dan program nyata seperti KNMP di forum internasional FAO.
12 September 2026

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Harga beberapa jenis bahan bakar minyak non subsidi di seluruh SPBU di Indonesia mengalami kenaikan mulai 1 September 2026, dengan kenaikan tertinggi pada produk bensin RON 98 dan solar premium.
12 September 2026

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Presiden Prabowo Subianto tiba di New Delhi untuk menghadiri KTT BRICS ke-18, memperkuat posisi Indonesia sebagai anggota baru blok ekonomi global.
12 September 2026
Berita Lainnya

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Donasi Rp858 Miliar dari Investor Kripto untuk Partai Populis Inggris
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA

Sinergi Bulog-TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Nasional
Sabtu, 12 September 2026, 22.31 WITA

Celine Dion Siap Hadirkan 26 Konser di Paris Setelah Pemulihan dari Penyakit Langka
Sabtu, 12 September 2026, 22.23 WITA

Dodhy Umumkan Bubar, Kangen Band Berakhir karena Kekerasan Internal
Sabtu, 12 September 2026, 22.22 WITA


