AS Tak Komentari Sanksi Sekutu terhadap Permukiman Israel
Washington memilih tidak mengecam langkah Inggris, Prancis, Kanada, dan lainnya menjatuhkan sanksi atas permukiman Israel di Tepi Barat, menandai sikap baru dalam diplomasi Timur Tengah.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 19.38 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan sikap tak biasa terhadap kebijakan sekutu yang menjatuhkan sanksi terhadap aktivitas permukiman Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Dalam pernyataan kepada awak media, Trump menyatakan memahami dinamika yang sedang terjadi, namun menegaskan keinginannya untuk memahami alasan munculnya tindakan tersebut secara lebih mendalam. Ia tidak langsung mengecam keputusan negara-negara yang bersikap kritis terhadap kebijakan Israel, meski sebelumnya pemerintahannya dikenal sangat mendukung Tel Aviv.
Respons ini diperkuat oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang menegaskan bahwa Washington tidak ingin mengambil langkah yang berpotensi memperkeruh situasi di Tepi Barat. Ia menekankan bahwa tindakan yang memicu ketidakstabilan bisa mengganggu upaya diplomatik AS dalam menyokong proyek perdamaian, termasuk rencana 20 poin dan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza. Rubio juga mengakui bahwa AS telah mengetahui keputusan dan alasan di balik sanksi yang diberikan negara-negara sekutu.
Ketidakberdayaan Gedung Putih dalam mengecam langkah tersebut mencerminkan pergeseran kecil dalam strategi diplomatik AS terhadap Israel. Meski sebelumnya Trump menyatakan tidak akan membiarkan Israel mencaplok wilayah Tepi Barat secara penuh, realitas di lapangan menunjukkan bahwa proyek permukiman terus diperluas. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang batas dukungan AS terhadap kebijakan Israel, terutama di tengah tindakan yang dinilai semakin ekstrem oleh kelompok sayap kanan.
Mantan Duta Besar AS untuk Israel, Daniel Shapiro, menilai ketiadaan komentar dari Gedung Putih sebagai bentuk pengakuan atas munculnya masalah serius terkait kekerasan kelompok ekstremis dan kebijakan menteri-menteri sayap kanan Israel. Ia menyebut bahwa Trump kini memiliki ruang tawar untuk mendorong Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengambil langkah korektif. Di sisi lain, pernyataan Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, yang menyerang Inggris dan memperingatkan dampak ekonomi sanksi, tidak dikoordinasikan dengan pemerintah pusat, menunjukkan perbedaan pendekatan dalam diplomasi tingkat tinggi.
Kebijakan AS yang kini menunjukkan sikap lebih selektif terhadap kebijakan Israel di Tepi Barat dianggap sebagai sinyal bahwa dukungan Washington tidak lagi bersifat absolut. Meski kemungkinan AS menjatuhkan sanksi terhadap Israel tetap rendah, sikap tidak mengecam ini menjadi bahan perhatian bagi para pemangku kepentingan internasional dan menandai awal dari pergeseran dalam dinamika hubungan AS-Israel di tengah tekanan diplomatik global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Skandal pencurian uang tunai Rp10,18 miliar dari sofa penginapan milik Presiden Afrika Selatan memicu gelombang kritik dan upaya pemakzulan yang kini kembali bergulir di pengadilan.
12 September 2026

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Indonesia menegaskan komitmen terhadap perikanan skala kecil dengan perkuatan kebijakan dan program nyata seperti KNMP di forum internasional FAO.
12 September 2026

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Harga beberapa jenis bahan bakar minyak non subsidi di seluruh SPBU di Indonesia mengalami kenaikan mulai 1 September 2026, dengan kenaikan tertinggi pada produk bensin RON 98 dan solar premium.
12 September 2026

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Presiden Prabowo Subianto tiba di New Delhi untuk menghadiri KTT BRICS ke-18, memperkuat posisi Indonesia sebagai anggota baru blok ekonomi global.
12 September 2026
Berita Lainnya

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Donasi Rp858 Miliar dari Investor Kripto untuk Partai Populis Inggris
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA

Sinergi Bulog-TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Nasional
Sabtu, 12 September 2026, 22.31 WITA

Celine Dion Siap Hadirkan 26 Konser di Paris Setelah Pemulihan dari Penyakit Langka
Sabtu, 12 September 2026, 22.23 WITA

Dodhy Umumkan Bubar, Kangen Band Berakhir karena Kekerasan Internal
Sabtu, 12 September 2026, 22.22 WITA


