Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Tak Komentari Sanksi Sekutu terhadap Permukiman Israel

Washington memilih tidak mengecam langkah Inggris, Prancis, Kanada, dan lainnya menjatuhkan sanksi atas permukiman Israel di Tepi Barat, menandai sikap baru dalam diplomasi Timur Tengah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 19.38 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
AS Tak Komentari Sanksi Sekutu terhadap Permukiman Israel📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan sikap tak biasa terhadap kebijakan sekutu yang menjatuhkan sanksi terhadap aktivitas permukiman Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Dalam pernyataan kepada awak media, Trump menyatakan memahami dinamika yang sedang terjadi, namun menegaskan keinginannya untuk memahami alasan munculnya tindakan tersebut secara lebih mendalam. Ia tidak langsung mengecam keputusan negara-negara yang bersikap kritis terhadap kebijakan Israel, meski sebelumnya pemerintahannya dikenal sangat mendukung Tel Aviv.

Respons ini diperkuat oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang menegaskan bahwa Washington tidak ingin mengambil langkah yang berpotensi memperkeruh situasi di Tepi Barat. Ia menekankan bahwa tindakan yang memicu ketidakstabilan bisa mengganggu upaya diplomatik AS dalam menyokong proyek perdamaian, termasuk rencana 20 poin dan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza. Rubio juga mengakui bahwa AS telah mengetahui keputusan dan alasan di balik sanksi yang diberikan negara-negara sekutu.

Ketidakberdayaan Gedung Putih dalam mengecam langkah tersebut mencerminkan pergeseran kecil dalam strategi diplomatik AS terhadap Israel. Meski sebelumnya Trump menyatakan tidak akan membiarkan Israel mencaplok wilayah Tepi Barat secara penuh, realitas di lapangan menunjukkan bahwa proyek permukiman terus diperluas. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang batas dukungan AS terhadap kebijakan Israel, terutama di tengah tindakan yang dinilai semakin ekstrem oleh kelompok sayap kanan.

Mantan Duta Besar AS untuk Israel, Daniel Shapiro, menilai ketiadaan komentar dari Gedung Putih sebagai bentuk pengakuan atas munculnya masalah serius terkait kekerasan kelompok ekstremis dan kebijakan menteri-menteri sayap kanan Israel. Ia menyebut bahwa Trump kini memiliki ruang tawar untuk mendorong Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengambil langkah korektif. Di sisi lain, pernyataan Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, yang menyerang Inggris dan memperingatkan dampak ekonomi sanksi, tidak dikoordinasikan dengan pemerintah pusat, menunjukkan perbedaan pendekatan dalam diplomasi tingkat tinggi.

Kebijakan AS yang kini menunjukkan sikap lebih selektif terhadap kebijakan Israel di Tepi Barat dianggap sebagai sinyal bahwa dukungan Washington tidak lagi bersifat absolut. Meski kemungkinan AS menjatuhkan sanksi terhadap Israel tetap rendah, sikap tidak mengecam ini menjadi bahan perhatian bagi para pemangku kepentingan internasional dan menandai awal dari pergeseran dalam dinamika hubungan AS-Israel di tengah tekanan diplomatik global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya