Shandong Heavy Industry Perkuat Kehadiran di Pertambangan Asia Tenggara
Grup perusahaan asal Tiongkok ini memperkenalkan solusi pertambangan cerdas dan berkelanjutan di pameran internasional di Jakarta, 2026.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 19.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Shandong Heavy Industry Group (SDHI) menampilkan lima merek utama—Weichai, Sinotruk, Shacman, Shantui, dan Lovol—dalam ajang Mining Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center, 9–12 September. Keseluruhan merek menghadirkan sistem operasional terintegrasi mulai dari penggalian, pengangkutan, pemuatan, hingga pembangkit listrik, dengan fokus pada efisiensi, keamanan, dan transisi menuju operasi rendah karbon. Solusi yang dipamerkan dirancang khusus untuk menyesuaikan kondisi tambang di Indonesia, termasuk suhu tinggi, debu, dan karakteristik biofuel lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Zhang Gengsheng, anggota Komite Partai dan Wakil Presiden SDHI, menegaskan bahwa transformasi industri pertambangan global kini bergerak menuju model yang hijau, cerdas, dan berkelanjutan. Grup berkomitmen memperdalam lokalisasi di berbagai bidang, termasuk riset, produksi, layanan, dan keuangan, serta memperluas kemitraan strategis di Asia Tenggara. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pertambangan yang efisien, ramah lingkungan, dan saling menguntungkan bagi semua pihak.
Weichai memperkenalkan sistem tenaga berbasis bahan bakar dan baterai, dilengkapi solusi penyimpanan dan pengisian energi untuk mendukung elektrifikasi peralatan. Sinotruk menampilkan truk pengangkut dengan beragam pilihan sistem penggerak yang dioptimalkan untuk berbagai kondisi operasional di tambang. Shacman menghadirkan truk berat dengan sasis khusus dan struktur tahan lama untuk medan ekstrem, termasuk tanjakan tinggi dan penggunaan intensif. Shantui menunjukkan peralatan rekayasa lengkap dari pengupasan tanah hingga pemadatan, yang telah disesuaikan untuk lingkungan kerja keras di Indonesia.
Lovol menekankan tiga pilar utama: efisiensi energi, kapasitas beban tinggi, dan adaptasi lokal, yang mendukung operasi penambangan terbuka berskala besar. Sejalan dengan strategi jangka panjang, SDHI telah membangun jaringan pemasaran, layanan purna jual, dan dukungan suku cadang di seluruh wilayah Indonesia. Komitmen grup berlanjut dengan percepatan transformasi dari eksportir produk menjadi mitra pengembangan industri lokal, melalui kolaborasi yang berfokus pada inovasi dan keberlanjutan.
Zhang menegaskan bahwa dengan memanfaatkan kekuatan teknologi lintas rantai industri, SDHI akan terus menyesuaikan solusi dengan kebutuhan pasar setempat. Upaya ini dilakukan untuk mendorong adopsi peralatan hijau dan cerdas, serta mewujudkan model pertambangan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dalam kerangka kerja sama strategis, grup berharap dapat menciptakan nilai bersama dan membangun ekosistem pertambangan yang berkelanjutan, memberikan manfaat jangka panjang bagi ekonomi, lingkungan, dan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pameran IEE 2026 Tampilkan Teknologi Tambang Modern di Kemayoran
Pameran Indonesia Energy & Engineering 2026 di JIExpo Kemayoran menampilkan alat berat industri tambang, teknologi terkini, dan dump truck listrik dari merek global.
12 September 2026

Rusia Siap Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di Kalimantan
Rusal, perusahaan aluminium asal Rusia, berencana membangun pabrik pemurnian bauksit di Kalimantan sebagai bagian dari kerja sama strategis dengan Indonesia.
12 September 2026

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Kerja sama strategis antara Indonesia dan Rusia melibatkan Rusal untuk membangun fasilitas alumina di Kalimantan, dengan perizinan hampir selesai dan kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.
11 September 2026

Penerimaan Negara dari Minerba Naik Meski Produksi Dipangkas
Peningkatan PNBP sektor mineral dan batu bara mencapai Rp 108 triliun hingga 31 Agustus 2026, didorong kebijakan pemangkasan produksi melalui penataan RKAB yang fokus pada produksi optimal.
11 September 2026
Berita Lainnya

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA


