Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Kerja sama strategis antara Indonesia dan Rusia melibatkan Rusal untuk membangun fasilitas alumina di Kalimantan, dengan perizinan hampir selesai dan kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 8x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia dan perusahaan aluminium raksasa asal Rusia, Rusal, telah menandatangani kesepakatan awal untuk membangun fasilitas hilirisasi bauksit menjadi alumina di wilayah Kalimantan. Proyek ini menjadi bagian dari upaya memperdalam nilai tambah dari sumber daya mineral nasional, dengan fokus pada pengolahan bahan baku dalam negeri menjadi produk berbasis industri.
Menurut sumber terkait, proses perizinan proyek telah mencapai tahap hampir final, menandakan kemajuan signifikan dalam realisasi rencana strategis tersebut. Rusal, yang merupakan produsen aluminium terbesar di dunia, akan memimpin pengembangan fasilitas pengolahan, sambil menjalin kemitraan dengan kelompok usaha dalam negeri untuk memastikan keterlibatan lokal dalam rantai produksi.
Kerja sama ini diperkuat oleh pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam forum internasional di Vladivostok, Rusia, di mana ia menyebut Rusal sebagai entitas industri aluminium terbesar dunia yang siap berinvestasi besar-besaran di Indonesia. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar proyek ekonomi, tetapi juga bentuk perkuatan hubungan strategis antara dua negara.
Proyek ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan kapasitas industri dalam negeri, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok aluminium global. Dengan keterlibatan Rusal, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk membangun industri berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penerimaan Negara dari Minerba Naik Meski Produksi Dipangkas
Peningkatan PNBP sektor mineral dan batu bara mencapai Rp 108 triliun hingga 31 Agustus 2026, didorong kebijakan pemangkasan produksi melalui penataan RKAB yang fokus pada produksi optimal.
11 September 2026

Indonesia Kuasai Pasokan Nikel, Pengaruhi Harga Komoditas Global
Dominasi Indonesia dalam pasokan nikel global hingga 65% memberi pengaruh signifikan terhadap fluktuasi harga komoditas seperti tembaga dan timah di pasar internasional.
11 September 2026

Klarifikasi Dinas Kominfo soal Tambang Kabaena Dipertanyakan
Pengacara menyoroti klarifikasi Kadis Kominfo Sultra terkait PT TMS, menilai posisi pemerintah terlalu dekat dengan perusahaan dan berpotensi menimbulkan persepsi konflik kepentingan.
11 September 2026

Produksi Batu Bara RI Capai 423 Juta Ton hingga Juli 2026
Produksi batu bara Indonesia hingga Juli 2026 mencapai 423 juta ton, dengan ekspor dominan ke India dan Tiongkok, meski turun dibandingkan tahun lalu, namun pendapatan negara meningkat.
10 September 2026
Berita Lainnya

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


