Produksi Batu Bara RI Capai 423 Juta Ton hingga Juli 2026
Produksi batu bara Indonesia hingga Juli 2026 mencapai 423 juta ton, dengan ekspor dominan ke India dan Tiongkok, meski turun dibandingkan tahun lalu, namun pendapatan negara meningkat.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 22.36 WITA·👁 5 orang membaca· 5 hari ini · 12x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Produksi batu bara Indonesia pada periode Januari hingga Juli 2026 telah mencapai 423 juta ton, menurut data resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Angka ini mencerminkan rata-rata produksi bulanan sekitar 60 juta ton, lebih rendah dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya yang mencapai 68 juta ton per bulan. Penurunan tersebut terjadi meskipun target akhir tahun diproyeksikan lebih tinggi dari rencana awal.
Distribusi produksi dibagi menjadi tiga porsi utama: 270 juta ton diekspor, 113 juta ton digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, dan 39 juta ton disimpan sebagai stok strategis. Pasar ekspor utama tetap didominasi oleh India dan Tiongkok, yang menjadi mitra dagang kunci dalam sektor energi batu bara nasional. Pemerintah menekankan pentingnya keseimbangan antara permintaan global dan kewajiban pemenuhan DMO (Domestic Market Obligation).
Meski volume produksi bulanan menurun, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor batu bara menunjukkan tren positif. Hingga 31 Agustus 2026, PNBP mencapai Rp 66 triliun, meningkat dari Rp 59 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan Rp 7 triliun tersebut mencerminkan efisiensi dan nilai tambah meskipun produksi menurun, dengan kenaikan rata-rata Rp 1 triliun per bulan.
Pemerintah menerapkan pendekatan produksi optimum untuk mengelola kinerja sektor, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti harga pasar, kondisi logistik, keberlanjutan cadangan, dan kewajiban domestik. Penataan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) menjadi salah satu alat utama dalam menjamin keseimbangan tersebut. Tujuannya adalah menjaga stabilitas pasokan, mendorong efisiensi, serta menjamin keberlanjutan industri batu bara dalam jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Kerja sama strategis antara Indonesia dan Rusia melibatkan Rusal untuk membangun fasilitas alumina di Kalimantan, dengan perizinan hampir selesai dan kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.
11 September 2026

Penerimaan Negara dari Minerba Naik Meski Produksi Dipangkas
Peningkatan PNBP sektor mineral dan batu bara mencapai Rp 108 triliun hingga 31 Agustus 2026, didorong kebijakan pemangkasan produksi melalui penataan RKAB yang fokus pada produksi optimal.
11 September 2026

Indonesia Kuasai Pasokan Nikel, Pengaruhi Harga Komoditas Global
Dominasi Indonesia dalam pasokan nikel global hingga 65% memberi pengaruh signifikan terhadap fluktuasi harga komoditas seperti tembaga dan timah di pasar internasional.
11 September 2026

Klarifikasi Dinas Kominfo soal Tambang Kabaena Dipertanyakan
Pengacara menyoroti klarifikasi Kadis Kominfo Sultra terkait PT TMS, menilai posisi pemerintah terlalu dekat dengan perusahaan dan berpotensi menimbulkan persepsi konflik kepentingan.
11 September 2026
Berita Lainnya

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


