BEI Suspending Dua Saham Imbas Kenaikan dan Ketidakpastian
Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham JARR dan LCKM untuk perlindungan investor dan menangani fluktuasi ekstrem serta risiko keberlanjutan usaha.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 15.36 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menunda perdagangan saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) di pasar reguler dan tunai mulai 11 September 2026. Keputusan ini diambil sebagai langkah pendinginan pasar guna menekan tekanan spekulatif, menyusul kenaikan harga saham JARR yang mencapai 94,24% dalam sebulan terakhir dan 15,22% dalam tujuh hari terakhir. Saat ini, harga saham perusahaan kelapa sawit milik konglomerat Haji Isam tersebut berada di level 3.710 per lembar.
Suspensi diberlakukan untuk memberikan ruang bagi investor mengevaluasi risiko secara matang berdasarkan informasi yang tersedia, sekaligus mencegah reaksi emosional yang dapat mengganggu stabilitas pasar. BEI menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya perlindungan terhadap pelaku pasar, terutama di tengah lonjakan harga yang tidak sebanding dengan fundamental perusahaan.
Selain JARR, BEI juga menghentikan perdagangan saham PT LCK Global Kedaton Tbk. (LCKM) di seluruh pasar sejak 10 September 2026. Keputusan ini diambil karena adanya indikasi ketidakpastian terhadap kelangsungan usaha emiten konstruksi telekomunikasi tersebut, yang berpotensi menimbulkan risiko going concern. Saham LCKM sebelumnya telah disuspensi sebelumnya dan kini diperdagangkan pada level 109 per saham.
Manajemen BEI menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari emiten kepada publik. Para pemangku kepentingan diminta untuk terus memantau pengumuman resmi dari perusahaan guna menghindari ketidaksesuaian informasi yang dapat memicu volatilitas pasar. Suspensi ini berlaku sementara hingga kondisi pasar kembali stabil dan informasi yang relevan telah disampaikan secara transparan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


