Presdir Asuransi Bintang Mundur karena Kondisi Kesehatan
Presdir Asuransi Bintang, Hastanto Sri Margi Widodo, mengundurkan diri efektif 30 September 2026, menyusul kondisi kesehatan yang memburuk, sementara perusahaan tetap stabil meski terjadi dugaan penggelapan dana Rp400 juta per bulan oleh oknum HR.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 15.35 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Direktur PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI), Hastanto Sri Margi Widodo, memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya dengan efek mulai 30 September 2026. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian intensif, serta untuk mencegah risiko pemburukan lebih lanjut. Pengunduran diri tersebut disampaikan melalui surat resmi yang dikirim ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi bagian dari persiapan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang direncanakan pada periode yang sama.
Perubahan kepemimpinan ini tidak mengganggu kelancaran operasional perusahaan. Direksi yang masih aktif menegaskan bahwa tata kelola dan arahan strategis tetap berjalan normal. Tidak ada dampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha atau komitmen perusahaan terhadap prinsip going concern. Seluruh kegiatan harian tetap dijalankan dengan koordinasi intensif antar jajaran direksi dan unit kerja terkait.
Pada periode yang sama, ASBI mengungkap temuan serius terkait dugaan tindak pidana penggelapan dan pencucian uang yang dilakukan secara sistematis oleh divisi Human Resources (HR). Dugaan tersebut melibatkan proses pembayaran gaji bulanan yang dimanipulasi, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp400 juta per bulan selama minimal 2,5 tahun. Perseroan telah melaporkan kasus ini ke kepolisian dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui sistem APOLO, dengan terlapor berinisial JCM, HCP, dan SAA.
Berdasarkan perhitungan ulang terhadap kesehatan keuangan hingga 31 Juli 2026, ASBI menyatakan kondisi fundamental tetap kuat meski terdampak kehilangan dana tersebut. Rasio Risk Based Capital (RBC) tercatat sebesar 140,77%, sementara RBC baru setelah penyesuaian mencapai 209%. Rasio likuiditas berada pada 101,78%, menunjukkan pemulihan signifikan dari tekanan likuiditas sebelumnya, didukung suntikan dana dari pemegang saham pengendali.
Perusahaan juga mempercepat proses penjualan aset properti di Jakarta dan Surabaya untuk memperkuat posisi keuangan. Ekuitas perusahaan mencapai sekitar Rp403 miliar secara unaudited berdasarkan PSAK 117, dengan Available Capital sebesar Rp371,8 miliar dan Required Capital Rp177,9 miliar. Dengan kondisi ini, ASBI menegaskan bahwa perusahaan tetap memenuhi standar kesehatan keuangan dan siap menjalankan rencana strategis jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


