BPS: Data Kemiskinan Nasional Jadi Acuan Bansos, Bukan Standar Dunia
BPS menegaskan data kemiskinan berbasis standar nasional tetap menjadi acuan utama kebijakan sosial, termasuk penyaluran bansos, meski ada selisih angka dengan metode internasional.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 11.36 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 8x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Pusat Statistik (BPS) secara tegas menyatakan bahwa data kemiskinan nasional yang dirilis secara berkala tetap menjadi dasar utama dalam perumusan kebijakan publik, khususnya penyaluran bantuan sosial. Penegasan ini muncul menyusul perbedaan signifikan antara angka kemiskinan versi BPS dan perkiraan dari Bank Dunia, yang menyebutkan 64,1% penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan dengan standar internasional US$8,30 per hari.
Pada Maret 2026, tingkat kemiskinan nasional menurun menjadi 8,07%, turun dari 8,47% pada periode sebelumnya. Angka ini menjadi acuan pemerintah dalam menilai kinerja program perlindungan sosial, termasuk bantuan langsung tunai dan bantuan pangan. BPS menekankan bahwa standar kemiskinan nasional dirancang secara khusus sesuai kondisi ekonomi dan struktur konsumsi masyarakat di Indonesia, bukan berdasarkan patokan global yang tidak selalu relevan dengan realitas domestik.
Perbedaan angka terjadi karena dua lembaga menggunakan metode dan tujuan yang berbeda. BPS menghitung garis kemiskinan berdasarkan pengeluaran riil untuk kebutuhan pokok di 75 wilayah di seluruh provinsi, diperbarui setiap semester sesuai fluktuasi harga. Pada Maret 2026, ambang batas kemiskinan nasional ditetapkan sebesar Rp669.235 per orang per bulan, setara US$3,60 per hari. Sementara itu, Bank Dunia menerapkan standar seragam untuk negara berpendapatan menengah atas, yaitu US$8,30 per hari, yang disesuaikan secara tetap berdasarkan inflasi global.
Kenaikan ambang batas ini tidak mencerminkan penurunan kualitas hidup masyarakat, melainkan konsekuensi dari kenaikan status ekonomi Indonesia menjadi negara berpendapatan menengah atas sejak 2023. Dengan standar yang lebih tinggi, lebih banyak penduduk masuk dalam kategori "miskin" secara internasional, meskipun secara riil kesejahteraan mereka telah meningkat. BPS menegaskan bahwa kedua ukuran tidak saling menyalahkan, melainkan memberikan gambaran berbeda yang saling melengkapi dalam memahami tantangan pengentasan kemiskinan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


