Volkswagen Rencanakan PHK 100 Ribu Karyawan dan Tutup Empat Pabrik di Jerman
Volkswagen mengumumkan pemangkasan 100 ribu pekerja hingga 2030 dan penutupan empat pabrik di Jerman akibat tekanan pasar dan penurunan laba.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 15.46 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 9x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan otomotif Jerman, Volkswagen, mengumumkan rencana besar dalam transformasi struktur operasionalnya dengan memangkas hingga 100 ribu posisi kerja hingga akhir dekade ini. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap penurunan penjualan yang terus berlanjut, didorong oleh kebijakan tarif AS, persaingan ketat dari produsen mobil asal China dan Jepang, serta penurunan laba sebesar 44 persen dalam periode tertentu. Penyesuaian ini dilakukan atas kesepakatan bersama antara manajemen dan serikat pekerja, dengan alokasi pemotongan sebanyak 50 ribu pekerjaan hingga 2030, menyusul pemangkasan sebelumnya.
Empat fasilitas produksi utama di Jerman—di Hannover, Emden, Zwickau, dan Neckarsulm—terancam ditutup dalam delapan tahun ke depan. Ini merupakan langkah pertama dalam sejarah perusahaan yang menutup pabrik beroperasi penuh di negara asalnya. Penutupan pabrik ini dianggap sebagai dampak langsung dari transformasi industri otomotif menuju elektrifikasi dan penyesuaian model bisnis yang tidak lagi sesuai dengan kondisi pasar global saat ini.
Para pekerja menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap dampak sosial dan ekonomi dari keputusan tersebut. Martin Lehmann, karyawan di pabrik Zwickau sejak 2012, menekankan bahwa pabrik tersebut bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga menjadi tulang punggung ekonomi wilayah, termasuk jaringan pasokan lokal. "Jika pabrik ini benar-benar tutup, itu akan menjadi titik hitam besar di peta," ujarnya, mencerminkan ketakutan terhadap kehilangan lapangan kerja dan keruntuhan ekonomi lokal.
Pemerintah Jerman sebelumnya telah berupaya meyakinkan Volkswagen untuk menahan keputusan penutupan pabrik di tiga lokasi utama, termasuk pabrik Audi di Neckarsulm. Namun, tekanan finansial yang tak terhindarkan akibat kompetisi global dan perubahan kebijakan perdagangan membuat langkah ini dianggap tak terelakkan. Rencana ini menjadi tantangan besar bagi upaya pemulihan ekonomi Jerman yang saat ini menghadapi stagnasi dan perlambatan pertumbuhan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Kemenhub tegaskan kendaraan listrik boleh diangkut kapal, asalkan memenuhi aturan keselamatan yang telah ditetapkan.
11 September 2026

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Great Wall Motor Indonesia meluncurkan WEY G9 Hi4 dengan teknologi PHEV dan hybrid, menawarkan pengalaman berkendara premium untuk segmen MPV di Jakarta.
11 September 2026

Aturan Pengangkutan Mobil Listrik via Kapal Diperkuat
Kemenhub siap tingkatkan pengaturan pengangkutan mobil listrik lewat kapal dengan aturan lebih kuat, menunggu arahan dari standar internasional.
11 September 2026

Produksi Mobil Listrik Nasional Siap Dimulai 2028 di Subang
Pemerintah memastikan proyek Mobil Listrik Nasional akan memasuki tahap produksi massal pada 2028 setelah penyiapan lahan di Subang rampung.
11 September 2026
Berita Lainnya

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


