Produksi Mobil Listrik Nasional Siap Dimulai 2028 di Subang
Pemerintah memastikan proyek Mobil Listrik Nasional akan memasuki tahap produksi massal pada 2028 setelah penyiapan lahan di Subang rampung.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 15.46 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Perindustrian mengonfirmasi bahwa tahap penyiapan infrastruktur untuk pabrik Mobil Listrik Nasional telah dimulai di wilayah Subang, Jawa Barat. Proyek yang diberi mandat kepada PT Pindad ini kini berada dalam fase land clearing, sebagai langkah awal menuju operasional pabrik yang direncanakan dimulai pada 2028. Progres ini disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, di mana Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) menjelaskan secara rinci roadmap pengembangan kendaraan listrik nasional.
Dalam paparannya, pihak Kemenperin menegaskan bahwa keberlanjutan proyek ini didukung oleh kebijakan insentif khusus, terutama dalam bidang riset dan pengembangan (R&D). Insentif berupa super tax deduction akan diberikan untuk mendukung inovasi dan percepatan pembangunan teknologi kendaraan listrik nasional. Dukungan fiskal dan non-fiskal ini menjadi kunci dalam menjamin ketersediaan sumber daya yang diperlukan untuk membangun ekosistem industri otomotif yang mandiri.
Pengajuan Penyertaan Modal Negara (PMN) telah dilakukan oleh PT Pindad ke Kementerian Keuangan, mencakup dukungan aset non-fiskal seperti lahan di Subang serta bantuan fiskal yang masih dalam proses penetapan angka pastinya. Skema PMN ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk memastikan keberlanjutan dan skalabilitas produksi mobil listrik nasional.
Tujuan utama dari proyek ini bukan hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga memposisikan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri kendaraan listrik global. Dengan menguasai teknologi, produksi, hingga rantai pasok, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan daya saing industri nasional di kancah internasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Kemenhub tegaskan kendaraan listrik boleh diangkut kapal, asalkan memenuhi aturan keselamatan yang telah ditetapkan.
11 September 2026

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Great Wall Motor Indonesia meluncurkan WEY G9 Hi4 dengan teknologi PHEV dan hybrid, menawarkan pengalaman berkendara premium untuk segmen MPV di Jakarta.
11 September 2026

Aturan Pengangkutan Mobil Listrik via Kapal Diperkuat
Kemenhub siap tingkatkan pengaturan pengangkutan mobil listrik lewat kapal dengan aturan lebih kuat, menunggu arahan dari standar internasional.
11 September 2026

Volkswagen Rencanakan PHK 100 Ribu Karyawan dan Tutup Empat Pabrik di Jerman
Volkswagen mengumumkan pemangkasan 100 ribu pekerja hingga 2030 dan penutupan empat pabrik di Jerman akibat tekanan pasar dan penurunan laba.
11 September 2026
Berita Lainnya

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


