Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

NexAI Siap Dana Segar Rp2,53 Triliun Lewat Rights Issue

Emiten data center NexAI akan lakukan rights issue untuk kumpulkan dana segar hingga Rp2,53 triliun guna percepatan pengembangan fasilitas dan penyelesaian kewajiban internal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 19.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
NexAI Siap Dana Segar Rp2,53 Triliun Lewat Rights Issue📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) resmi mengumumkan rencana pelaksanaan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) I sebagai bagian dari strategi peningkatan modal kerja dan pendanaan proyek strategis. Dalam aksi korporasi ini, perusahaan menawarkan hingga 285,7 juta saham baru dengan nilai nominal Rp20 per saham, mewakili 13,04% dari total modal setelah pelaksanaan. Setiap pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 3 November 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 15 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) untuk setiap 100 saham yang dimilikinya.

Harga pelaksanaan setiap HMETD ditetapkan sebesar Rp8.880 per saham, menandai kenaikan signifikan dibanding nilai nominal. Sebagai pemegang saham pengendali, PT Nextier Datamate Center (NDC) dengan kepemilikan 65,10% menyatakan akan menyerap seluruh hak yang diberikan, mencapai 186 juta HMETD dengan nilai pelaksanaan sekitar Rp1,65 triliun. Langkah ini menjadi bagian dari integrasi struktur keuangan internal antar anak perusahaan dalam kelompok NexAI.

Dana hasil rights issue akan dialokasikan secara spesifik. Sekitar Rp668,61 miliar digunakan untuk mengambil alih piutang NDC terhadap PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC) yang totalnya mencapai Rp668,45 miliar dan Rp160 juta, berdasarkan perjanjian jual beli saham dan piutang yang ditandatangani pada 2 Juli 2026. Sisa dana, sekitar Rp1,6 triliun, akan disetorkan sebagai modal kepada NGC untuk pembangunan fasilitas data center di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), termasuk pembayaran cicilan sewa dan peralatan.

Penggunaan dana juga mencakup Rp600 miliar untuk setoran modal ke NAC guna pengembangan fasilitas data center di Jababeka, Cikarang. Dana ini akan menutup biaya pengadaan mesin, peralatan, serta penggantian biaya pengembangan sebelumnya yang telah dikeluarkan NDC. Setelah penyetoran, NexAI tetap memegang 99,9% saham kedua entitas anak perusahaan. Sementara itu, sisa dana dari rights issue akan digunakan untuk menopang kebutuhan operasional harian, termasuk gaji karyawan, biaya audit, konsultan, pajak, dan keuangan lainnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya