IHSG Anjlok 1,49% di Sesi Pertama, Tekanan Global Picu Pelemahan
Indeks saham utama Indonesia turun 1,49% atau 98,43 poin ke level 6.490,91 pada sesi perdagangan Jumat (11/9/2026), dipicu tekanan dari sektor energi dan saham kapitalisasi besar.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 15.36 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Jumat pagi, menutup sesi pertama di level 6.490,91, turun 1,49% atau 98,43 poin dari posisi pembukaan 6.552,79. Pergerakan ini mencatat titik terendah sepanjang sesi di 6.462,96, menunjukkan tekanan menjelang akhir sesi. Volume perdagangan mencapai 18,90 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp8,46 triliun, menggambarkan aktivitas pasar yang cukup tinggi meski bergerak ke arah negatif.
Seluruh sektor mengalami penurunan, dengan sektor energi menjadi yang paling terdampak, turun 2,79%. Diikuti oleh sektor barang konsumer non-primer (1,67%), utilitas (1,61%), perindustrian (1,56%), dan keuangan (1,52%). Dari 963 saham yang diperdagangkan, 545 mengalami pelemahan, 141 menguat, serta 277 stagnan, menunjukkan dominasi sentimen bearish di pasar.
Beberapa emiten besar turut menjadi pemberat utama pelemahan indeks. Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyumbang penurunan terbesar dengan kontribusi negatif 14,30 poin, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 14,08 poin. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turut menekan indeks sebesar 7,76 poin, diikuti oleh PT Bank Mandiri (BMRI) 4,34 poin dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 3,96 poin. Sementara itu, saham seperti PT Merdeka Copper Gold (MDKA), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), dan PT Mora Telematika Indonesia (MORA) masing-masing memberikan tekanan di atas 2 poin.
Di sisi lain, hanya sedikit emiten yang mampu memberikan kontribusi positif. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi penopang utama dengan kontribusi 1,79 poin, diikuti oleh PT Maha Properti Indonesia (MPRO) 0,72 poin dan PT Energi Mega Persada (ENRG) 0,54 poin. Pelemahan IHSG hari ini melanjutkan tren negatif dari hari sebelumnya, ketika indeks tertutup turun 1,33% ke level 6.589,34.
Tekanan global menjadi faktor dominan, termasuk eskalasi ketegangan AS-Iran dan kenaikan harga minyak yang memperburuk sentimen pasar. Di sisi lain, utang pemerintah AS telah melampaui ambang batas historis sebesar US$40 triliun, memicu kekhawatiran fiskal. Respons pasar terhadap program buyback obligasi AS sebesar US$6 miliar—tiga kali lipat dari operasi normal—justru menaikkan yield Treasury 10 tahun ke 4,84%, 20 tahun ke 5,314%, dan 30 tahun menyentuh 5,3%, menjadi tanda ketidakpastian yang berdampak pada aset berisiko di pasar berkembang seperti Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


