Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah mengalami depresiasi pada pembukaan perdagangan Jumat (11/9/2026), turun 0,23% terhadap dolar AS hingga mencapai posisi Rp17.570 per dolar. Pergerakan ini melanjutkan tren pelemahan dari sesi sebelumnya, ketika mata uang domestik menutup perdagangan Kamis dengan melemah 0,17% ke level Rp17.530/US$. Penurunan rupiah terjadi di tengah tekanan eksternal yang memperkuat greenback di pasar global.
Indeks dolar AS (DXY) stabil di angka 99,038 pada pukul 09.00 WIB, setelah sebelumnya menguat 0,23% pada penutupan perdagangan Kamis. Penguatan dolar didorong oleh data indeks harga produsen (PPI) AS yang naik 0,4% pada Agustus, sesuai ekspektasi pasar. Kenaikan harga energi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tekanan inflasi di tingkat produsen, menambah kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga global.
Harga minyak dunia juga turut berkontribusi terhadap kekuatan dolar, dengan minyak Brent melanjutkan kenaikan enam hari berturut-turut hingga menyentuh US$108,96 per barel. Kenaikan harga energi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve. Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan 15–16 September meningkat menjadi 71,3%, naik dari 61,2% sebelumnya.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mengalami kenaikan, dengan yield obligasi tenor 10 tahun mencapai 4,965%, mendekati level 5%. Peningkatan imbal hasil tersebut meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar, sehingga berdampak pada penurunan nilai mata uang negara berkembang seperti rupiah. Pergerakan rupiah menjelang akhir pekan tetap sensitif terhadap perkembangan ekonomi global, khususnya rilis data inflasi konsumen AS yang akan dirilis pada Jumat waktu setempat.
Pasar kini menanti rilis inflasi AS sebagai indikator utama terakhir sebelum pertemuan kebijakan The Fed. Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi kenaikan suku bunga akan semakin kuat, menopang dolar AS dan menambah tekanan pada rupiah. Sebaliknya, data yang lebih rendah dari perkiraan dapat meredakan tekanan moneter global dan memberi ruang bagi rupiah untuk pulih.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026

IHSG Terpuruk Hingga 1,82% di Awal Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan anjlok hampir 2% pada pembukaan perdagangan Jumat, dipicu tekanan global dari kenaikan imbal hasil obligasi AS dan volatilitas harga minyak akibat eskalasi konflik Iran-AS.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


