Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029

Pemerintah melatih 32 pejabat Kemenko Perekonomian di China untuk meningkatkan kapasitas negosiasi dalam perundingan ekonomi internasional demi capai target pertumbuhan 8% pada 2029.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 8x dibuka
Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia tengah membangun kapasitas aparatur negara dalam bidang negosiasi ekonomi internasional melalui pelatihan intensif yang digelar di China. Sebanyak 32 pegawai dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dikirim ke negara tersebut untuk mengikuti program pelatihan selama dua minggu, berkolaborasi dengan pihak China melalui Kementerian Perdagangan Tiongkok (MOFCOM). Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan bilateral dan multilateral.

Tujuan utama pelatihan adalah membekali para pejabat dengan kemampuan strategis yang melampaui pendekatan konvensional. Mereka akan mempelajari berbagai aspek kunci seperti psikologi negosiasi, komunikasi lintas budaya, mekanisme perjanjian perdagangan bebas (FTA), serta penanganan sengketa internasional. Simulasi perundingan yang menyerupai realitas diplomasi global juga menjadi bagian penting dari kurikulum, menekankan pentingnya kesiapan mental dan strategi dalam konteks kompleks.

Kepala Sekretariat Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menegaskan bahwa kemampuan negosiasi kini menjadi penentu utama dalam meraih investasi global, membuka akses pasar, serta mengamankan kepentingan nasional. Ia menekankan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029 tidak dapat dicapai tanpa alih teknologi, hilirisasi industri, dan kemitraan strategis yang dibangun melalui meja perundingan. Dengan pelatihan ini, diharapkan aparatur pemerintah mampu berpikir kreatif dan inovatif dalam setiap negosiasi.

China dipilih sebagai lokasi pelatihan karena dianggap memiliki tradisi dan keahlian mendalam dalam seni negosiasi yang terintegrasi dalam budaya bisnis dan diplomasi. Menurut Susiwijono, negosiasi di Tiongkok bukan sekadar teknik formal, tetapi merupakan bagian dari warisan budaya yang menekankan kesabaran, strategi jangka panjang, dan pemahaman konteks sosial. Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Investasi, Edi Prio Pambudi, menambahkan bahwa hasil pelatihan harus mampu diinternalisasi ke dalam kapasitas institusi, bukan hanya menjadi pengalaman individu.

Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, menyambut baik inisiatif ini, menilai pengembangan SDM menjadi fondasi penting dalam memperkuat kemitraan strategis komprehensif kedua negara. Ia menekankan bahwa kualitas negosiator pemerintah akan menentukan sejauh mana manfaat dari kerja sama di bidang investasi, perdagangan, hilirisasi, transisi energi, dan inovasi teknologi dapat dirasakan secara optimal oleh Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya