Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saham Bayan Melemah 5,73% Usai Isu Akuisisi Haji Isam Muncul

Saham PT Bayan Resources anjlok 5,73% menjadi Rp12.350 setelah muncul kabar rencana akuisisi 62% saham oleh kelompok usaha Haji Isam, yang belum dikonfirmasi manajemen.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 19.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Saham Bayan Melemah 5,73% Usai Isu Akuisisi Haji Isam Muncul📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menunjukkan penurunan signifikan pada perdagangan Jumat (11/9), merosot 5,73% ke level Rp12.350 per lembar. Pelemahan ini terjadi setelah informasi muncul mengenai upaya pengambilalihan sekitar 62% saham perusahaan oleh entitas yang dikendalikan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad, dikenal sebagai Haji Isam. Pergerakan saham sempat berfluktuasi dari pembukaan di Rp12.900 hingga menyentuh puncak Rp13.000 sebelum akhirnya turun ke posisi terendah Rp12.150 sebelum ditutup.

Laporan media internasional menyebutkan bahwa salah satu entitas kelompok Haji Isam telah mengajukan penawaran senilai sekitar US$3 miliar—setara Rp52,53 triliun dengan asumsi kurs Rp17.510 per dolar AS—untuk mengakuisisi kepemilikan saham yang mayoritas dimiliki Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine. Namun, informasi ini belum diverifikasi secara independen, dan manajemen perusahaan menegaskan belum mengetahui adanya rencana akuisisi tersebut.

Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Corporate Secretary Bayan Resources, Jenny Quantero, menyatakan bahwa perseroan tidak memiliki informasi terkait adanya transaksi pengambilalihan atau akuisisi oleh Haji Isam maupun pihak terafiliasi. Ia menegaskan bahwa tidak ada data mengenai struktur, nilai, atau pihak-pihak terlibat dalam isu tersebut, serta menekankan bahwa belum ada kejadian material yang memengaruhi kelangsungan usaha atau kinerja keuangan perusahaan.

Analis dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji, menyatakan bahwa penurunan saham kemungkinan besar dipicu oleh sentimen pasar terhadap ketidakpastian terkait harga dan struktur transaksi, bukan semata-mata aksi akuisisi itu sendiri. Ia menambahkan bahwa koreksi ini juga bisa menjadi aksi ambil untung setelah saham sempat melonjak hingga Rp17.275 dalam periode sebelumnya. Sementara itu, Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai bahwa aksi jual didorong oleh penurunan ekspektasi pasar dan penarikan premi spekulatif, bukan perubahan fundamental perusahaan.

Pasar kini menunggu konfirmasi resmi mengenai realisasi akuisisi, termasuk detail transaksi seperti sumber pendanaan, hak pengendalian, valuasi aset, dan proses hukum yang diperlukan. Hingga saat ini, manajemen Bayan tetap menegaskan bahwa isu akuisisi belum berdampak material terhadap operasional perusahaan maupun kinerja keuangan, dan investor diminta tetap waspada terhadap volatilitas yang muncul dari informasi yang belum terverifikasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya