Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melemah, Turun 0,73% di Penutupan Sesi 2

Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi 0,73% ke level 6.541,38 setelah sempat anjlok 1,8% di awal sesi, didorong tekanan dari sektor energi dan saham penggerak negatif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 19.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
IHSG Melemah, Turun 0,73% di Penutupan Sesi 2📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan Jumat (11/9/2026), menunjukkan koreksi lebih dalam pada awal sesi namun berhasil memangkas penurunan di akhir hari. Penutupan terjadi pada level 6.541,38, turun 47,96 poin atau 0,73% dari posisi sebelumnya. Pergerakan indeks berlangsung dalam rentang lebar, mencatat posisi tertinggi di 6.552,70 dan terendah di 6.462,96, menunjukkan volatilitas tinggi di tengah sentimen pasar yang cenderung defensif.

Mayoritas saham mengalami tekanan penurunan, dengan 471 emiten melemah, 197 menguat, dan 295 lainnya stagnan. Volume perdagangan mencapai 28,36 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp14,54 triliun, disertai frekuensi transaksi sebanyak 1,91 juta kali. Seluruh sektor mengalami penurunan, dengan sektor energi menjadi yang paling terdampak dengan penurunan 2,29%, diikuti utilitas (-1,62%), konsumer non-primer (-1,04%), keuangan (-1,03%), properti (-0,98%), dan perindustrian (-0,88%).

Saham-saham penggerak indeks negatif dominan, dengan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi pemberat terbesar, menyumbang penurunan sebesar 13 poin. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut menekan indeks dengan kontribusi negatif 9,38 poin, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar 4,66 poin. Sementara itu, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) masing-masing memberikan tekanan 3,42, 2,47, 2,1, dan 1,79 poin.

Di sisi lain, beberapa emiten berhasil menjadi penopang, dengan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi yang paling berkontribusi positif sebesar 2,24 poin. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyumbang 0,99 poin, PT Astra International Tbk (ASII) 0,87 poin, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 0,78 poin, dan PT Timah Tbk (TINS) 0,57 poin. Pelemahan ini terjadi setelah indeks sebelumnya juga turun 1,33% pada sesi sebelumnya, menandai koreksi beruntun selama dua hari berturut-turut. Tekanan pasar dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi, kenaikan harga minyak, inflasi, dan prospek kebijakan suku bunga global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya