Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investasi Rp19,3 T Bangun Biorefinery Cilacap untuk Produksi Bioavtur

Pertamina siapkan dana Rp19,3 triliun untuk membangun biorefinery Cilacap, targetkan produksi bioavtur naik hingga 887 kiloliter per hari.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 15.30 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 8x dibuka
Investasi Rp19,3 T Bangun Biorefinery Cilacap untuk Produksi Bioavtur📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertamina Patra Niaga menyiapkan investasi sebesar US$1,1 miliar atau setara Rp19,3 triliun untuk membangun fasilitas biorefinery di Cilacap, Jawa Tengah. Proyek ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam mempercepat transisi energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Fokus utama pembangunan adalah pengembangan sustainable aviation fuel (SAF) atau bioavtur yang ramah lingkungan, sebagai respons terhadap tuntutan emisi global di sektor penerbangan.

Hingga saat ini, produksi bioavtur di Kilang Cilacap masih berjalan melalui unit Treated Distillate Hydrotreating (TDHT) dengan kapasitas 27 kiloliter per hari. Dengan berdirinya biorefinery baru, kapasitas produksi diharapkan meningkat signifikan menjadi 887 kiloliter per hari, meningkat sekitar 3.185 persen dari kapasitas saat ini. Hal ini menjadi langkah krusial dalam mendukung target net zero emisi di industri penerbangan nasional.

Pembangunan fase 2 proyek telah resmi dimulai sejak Februari 2026, dengan status sebagai kilang hijau pertama di Indonesia yang beroperasi secara mandiri. Saat ini, perusahaan sedang dalam tahap Final Investment Decision (FID) serta proses pemilihan mitra strategis. Rencananya, tahap engineering, procurement, dan construction (EPC) akan dimulai pada 2027, dan fasilitas ini diharapkan beroperasi penuh pada 2029.

Dengan luas lahan 17,5 hektare, proyek ini diperkirakan memberikan dampak ekonomi besar, menciptakan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga Rp199 triliun. Selain itu, proyek ini juga berpotensi menekan emisi karbon sebesar 600 ribu ton setara CO2 per tahun. Secara sosial, fasilitas ini akan menyerap 5.900 tenaga kerja selama masa pembangunan dan operasional, dengan target penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 30 persen.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya