Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

3 Direktur AKRA Lepas Saham Senilai Rp7,6 Miliar

Tiga direktur AKR Corporindo menjual total 5,18 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.471 per lembar, mencapai nilai transaksi Rp7,6 miliar pada 7–8 September 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 15.36 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 6x dibuka
3 Direktur AKRA Lepas Saham Senilai Rp7,6 Miliar📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tiga eksekutif PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), termasuk Jimmy Tandyo, Bambang Soetiono S, dan Nery Polim, melakukan penjualan saham sebanyak 5,18 juta lembar pada periode 7 hingga 8 September 2026. Transaksi tersebut dilakukan di pasar sekunder dengan harga rata-rata Rp1.471 per saham, menghasilkan nilai total sebesar Rp7,6 miliar. Penjualan ini tercatat dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia dan menjadi bagian dari aktivitas keuangan perusahaan yang transparan.

Pada saat yang sama, perusahaan mengumumkan rencana pembagian dividen berdasarkan hasil keuangan tahun buku 2026. Rasio pembayaran dividen diproyeksikan sebesar 30% dari laba bersih, menurun dibandingkan rasio 80% pada tahun buku 2025. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari kebijakan keuangan jangka panjang yang menekankan keseimbangan antara pembagian keuntungan kepada pemegang saham dan pembiayaan ekspansi operasional.

Corporate Secretary & Head of Legal Division AKR Corporindo, Arum Pawestri Handayani, menjelaskan bahwa pembagian dividen minimal 30% dari laba bersih hanya berlaku jika laba bersih perusahaan melebihi Rp50 miliar. Kebijakan ini telah disepakati secara internal dan menjadi acuan dalam penetapan kebijakan distribusi keuntungan. Namun, finalisasi tetap memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai otoritas tertinggi dalam kebijakan korporasi.

Dalam laporan keuangan semester I-2026, AKRA mencatat laba bersih sebesar Rp1,43 triliun, meningkat 21,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,18 triliun. Peningkatan ini menjadi dasar bagi manajemen dalam merancang kebijakan dividen yang tetap mempertimbangkan kesehatan keuangan perusahaan dan kebutuhan pendanaan untuk proyek strategis di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya