3 Direktur AKRA Lepas Saham Senilai Rp7,6 Miliar
Tiga direktur AKR Corporindo menjual total 5,18 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.471 per lembar, mencapai nilai transaksi Rp7,6 miliar pada 7–8 September 2026.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 15.36 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Tiga eksekutif PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), termasuk Jimmy Tandyo, Bambang Soetiono S, dan Nery Polim, melakukan penjualan saham sebanyak 5,18 juta lembar pada periode 7 hingga 8 September 2026. Transaksi tersebut dilakukan di pasar sekunder dengan harga rata-rata Rp1.471 per saham, menghasilkan nilai total sebesar Rp7,6 miliar. Penjualan ini tercatat dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia dan menjadi bagian dari aktivitas keuangan perusahaan yang transparan.
Pada saat yang sama, perusahaan mengumumkan rencana pembagian dividen berdasarkan hasil keuangan tahun buku 2026. Rasio pembayaran dividen diproyeksikan sebesar 30% dari laba bersih, menurun dibandingkan rasio 80% pada tahun buku 2025. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari kebijakan keuangan jangka panjang yang menekankan keseimbangan antara pembagian keuntungan kepada pemegang saham dan pembiayaan ekspansi operasional.
Corporate Secretary & Head of Legal Division AKR Corporindo, Arum Pawestri Handayani, menjelaskan bahwa pembagian dividen minimal 30% dari laba bersih hanya berlaku jika laba bersih perusahaan melebihi Rp50 miliar. Kebijakan ini telah disepakati secara internal dan menjadi acuan dalam penetapan kebijakan distribusi keuntungan. Namun, finalisasi tetap memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai otoritas tertinggi dalam kebijakan korporasi.
Dalam laporan keuangan semester I-2026, AKRA mencatat laba bersih sebesar Rp1,43 triliun, meningkat 21,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,18 triliun. Peningkatan ini menjadi dasar bagi manajemen dalam merancang kebijakan dividen yang tetap mempertimbangkan kesehatan keuangan perusahaan dan kebutuhan pendanaan untuk proyek strategis di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


