Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bantuan Pangan Beras Tersalurkan di Kediri untuk 251 Ribu Penerima

Pemerintah melalui Bulog dan Kemenko Pangan salurkan 7.542 ton beras untuk 251.412 penerima di Kabupaten Kediri, Juli-September 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 19.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bantuan Pangan Beras Tersalurkan di Kediri untuk 251 Ribu Penerima📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah terus mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Beras (BPB) di wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Kediri, dengan alokasi sebanyak 7.542 ton beras. Jumlah ini mencakup kebutuhan 251.412 penerima manfaat yang tersebar di berbagai desa dan kecamatan. Penyaluran dilakukan secara bertahap dan dipantau langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan serta jajaran pejabat daerah dan Perum Bulog, guna memastikan distribusi tepat waktu dan tepat sasaran.

Pada periode Juli hingga September 2026, masing-masing penerima mendapatkan bantuan 10 kilogram per bulan, atau 30 kilogram secara sekaligus untuk tiga bulan. Di tingkat kecamatan, Kecamatan Ngasem menerima bantuan untuk 6.404 penerima dengan total 192.120 kilogram, sementara Desa Gogorante menyalurkan 12 ton beras kepada 400 keluarga penerima manfaat. Semua tahapan distribusi dikawal dari gudang hingga tangan penerima.

Menteri Koordinator Bidang Pangan menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga akses pangan bagi masyarakat rentan. Ia menyampaikan bahwa penyaluran bantuan telah disiapkan hingga periode Oktober-Desember 2026, sejalan dengan antisipasi dampak musim kemarau terhadap produksi pangan. Selain itu, pemerintah juga menambah stok beras SPHP sebesar 1 juta ton untuk menstabilkan harga dan memperkuat pasokan nasional.

Direktur Utama Perum Bulog menekankan kesiapan infrastruktur dan jaringan distribusi yang tersebar di seluruh wilayah sebagai fondasi utama kelancaran program. Ia menegaskan bahwa seluruh proses—mulai dari penyimpanan di gudang, transportasi, hingga penyerahan ke penerima—dilakukan dengan pengawasan ketat. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan Bulog dinilai sebagai kunci keberhasilan program dalam menjaga ketersediaan pangan dan daya beli masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya