Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bumi Anoa Jadi Fondasi Kebugaran Berbasis Gizi

Peringatan HAORNAS 2026 di Sulawesi Tenggara menekankan pentingnya integrasi nutrisi tepat dalam gerakan masyarakat aktif dan bugar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 19.20 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Bumi Anoa Jadi Fondasi Kebugaran Berbasis Gizi📷 ZonaSultra

Kendari, ıNarasikita - Peringatan Hari Olahraga Nasional ke-43 tahun 2026 menjadi ajang refleksi mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Tenggara. Tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!” menyoroti kebutuhan transformasi dari sekadar aktivitas fisik menjadi kebugaran yang berkelanjutan dan sehat secara integral. Di tengah semangat berolahraga yang meningkat, muncul pertanyaan krusial: apakah gerak fisik yang intens tanpa dukungan nutrisi yang tepat mampu menciptakan tubuh yang benar-benar bugar? Jawabannya adalah tidak, jika asupan gizi tidak sesuai kebutuhan fisiologis.

Kebugaran sejati bukan ukuran berapa lama seseorang bergerak, melainkan kemampuan tubuh menjalani aktivitas sehari-hari tanpa kelelahan berlebihan dan tetap memiliki cadangan energi. Di sinilah peran gizi olahraga menjadi penentu. Tanpa asupan karbohidrat, protein, mineral, dan cairan yang memadai, aktivitas fisik justru berpotensi memicu kelelahan kronis, cedera otot, serta penurunan imunitas. Kondisi ini menunjukkan bahwa olahraga dan nutrisi bukan dua hal terpisah, melainkan dua komponen yang saling melengkapi dalam membentuk kesehatan berkelanjutan.

Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar dalam mengoptimalkan pangan lokal sebagai sumber energi dan pemulihan. Sagu, umbi-umbian, dan jagung menjadi sumber karbohidrat kompleks yang stabil bagi daya tahan tubuh. Hasil laut seperti ikan segar, cumi, dan rumput laut menyediakan protein berkualitas tinggi serta asam lemak esensial yang mendukung pemulihan otot. Buah-buahan khas seperti pisang goroho, pepaya, serta air kelapa murni menjadi alternatif alami untuk menggantikan minuman berenergi yang kaya gula dan tidak sehat.

Pendekatan edukasi gizi olahraga harus dibangun secara masif dan berkelanjutan. Masyarakat perlu dilindungi dari mitos keliru seperti pengurangan karbohidrat ekstrem atau konsumsi minuman berenergi berlebihan. Poltekkes Kemenkes Kendari bersama Perwakilan Daerah Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA) Sultra berkomitmen memperkuat literasi gizi melalui program pengabdian masyarakat, pelatihan, dan kolaborasi dengan fasilitas publik. Peningkatan akses terhadap makanan sehat di area car free day, sekolah, dan tempat olahraga menjadi bagian dari strategi nyata.

Pada HAORNAS 2026, langkah yang dibutuhkan adalah perubahan paradigma: dari gerak tanpa gizi menuju gerak yang didukung oleh piring makan seimbang. Dengan memanfaatkan kekayaan pangan lokal Bumi Anoa sebagai bahan baku utama, Sulawesi Tenggara dapat menciptakan budaya aktif dan bugar yang berkelanjutan, sehat, dan berbasis kearifan lokal. Kebugaran bukan hanya tentang gerakan, tapi juga tentang pilihan yang bijak dalam setiap asupan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya