NexAI Gelar Rights Issue Dapatkan Dana Rp2,53 Triliun
Perseroan siap luncurkan rights issue untuk kumpulkan dana segar hingga Rp2,53 triliun guna dukung ekspansi infrastruktur data center dan penyelesaian kewajiban internal.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 15.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) mengumumkan rencana pelaksanaan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) dengan target pengumpulan dana maksimal Rp2,53 triliun. Aksi korporasi ini dilakukan melalui penerbitan sebanyak-banyaknya 285.732.512 saham biasa, masing-masing bernilai nominal Rp20 per saham, yang setara dengan 13,04% dari total saham setelah pelaksanaan. Hak tersebut diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 3 November 2026 pukul 16.00 WIB.
Setiap 100 saham yang tercatat memberi hak atas 15 HMETD, dengan harga pelaksanaan sebesar Rp8.880 per saham. Sebagai pemegang saham pengendali, PT Nextier Datamate Center (NDC) yang memiliki 65,10% saham Perseroan, menyatakan akan menyerap seluruh haknya sebanyak 186 juta HMETD senilai sekitar Rp1,65 triliun. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat NDC dalam mendukung pertumbuhan infrastruktur data center yang dikembangkan Perseroan.
Dana hasil rights issue akan dialokasikan secara strategis. Sekitar Rp668,61 miliar digunakan untuk mengambil alih piutang NDC terhadap PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC) berdasarkan perjanjian jual beli saham dan piutang yang ditandatangani pada 2 Juli 2026. Sisa dana, sekitar Rp1,6 triliun, akan disetorkan sebagai modal kepada NGC untuk pembangunan fasilitas data center di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), termasuk pembayaran cicilan sewa tanah, bangunan, prasarana, serta peralatan.
Untuk NAC yang telah beroperasi secara komersial, sekitar Rp600 miliar akan disetorkan sebagai modal kerja guna pengembangan fasilitas di Jababeka, Cikarang. Dana ini akan digunakan untuk pengadaan mesin dan peralatan, serta penggantian biaya pengembangan sebelumnya yang telah dibayarkan NDC. Setelah penyetoran, Perseroan tetap memegang 99,9% saham kedua anak perusahaan. Sisa dana dari hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja operasional, termasuk gaji karyawan, jasa profesional, pajak, dan biaya keuangan harian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


