Pemegang Saham INPS Jual 10 Juta Lembar dengan Harga Rp350
Graha Inti Guna Persada melepas 10 juta saham INPS senilai Rp3,5 miliar pada 7 September 2026, dengan harga Rp350 per lembar, menurunkan kepemilikan menjadi 79,06%.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 15.36 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 8x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) mencatat transaksi penjualan saham besar dari pemegang saham pengendali, Graha Inti Guna Persada, pada 7 September 2026. Dalam operasi tersebut, sebanyak 10 juta lembar saham INPS dilepas dengan harga Rp350 per saham, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp3,5 miliar. Transaksi ini mencerminkan pengurangan kepemilikan saham langsung pemegang saham terbesar di perusahaan tersebut.
Setelah transaksi, kepemilikan Graha Inti Guna Persada di INPS turun menjadi 79,06%, dari posisi sebelumnya yang lebih tinggi. Pada periode sebelumnya, pada 20 Agustus 2026, perusahaan juga telah menjual 9,35 juta saham senilai Rp3,27 miliar, menunjukkan pola penyesuaian kepemilikan secara bertahap. Kedua transaksi dilaporkan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), sesuai ketentuan regulasi pasar modal.
Harga jual saham sebesar Rp350 per lembar dinilai berada di bawah harga pasar saat itu, menunjukkan kebijakan strategis dalam pengelolaan portofolio. Manajemen INPS menyatakan bahwa tujuan dari transaksi ini adalah untuk memperkuat posisi investasi melalui kepemilikan langsung yang lebih terfokus. Keputusan ini menandai langkah konsisten dalam menata struktur kepemilikan saham oleh pemegang saham pengendali.
Dengan dua kali penjualan saham dalam rentang waktu dekat, kinerja kepemilikan Graha Inti Guna Persada mencerminkan penyesuaian strategi keuangan yang terukur. Transaksi ini tidak disertai perubahan dalam pengelolaan perusahaan atau kebijakan operasional, menunjukkan bahwa aktivitas pasar saham ini bersifat internal dan tidak mengganggu stabilitas perusahaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


