Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BPBD Kendari Ajak Siswa Siap Hadapi Krisis Air Musim Kering

Pemkot Kendari melalui BPBD gelar edukasi sekolah untuk tingkatkan kesiapsiagaan warga pelajar menghadapi krisis air akibat musim kering.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 19.21 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
BPBD Kendari Ajak Siswa Siap Hadapi Krisis Air Musim Kering📷 Foto lokal iNarasikita

Kendari, ıNarasikita - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari kembali meluncurkan program edukasi ke sekolah-sekolah guna membangun kesadaran dini terhadap ancaman krisis air bersih selama musim kemarau. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah kota dalam meminimalisasi dampak bencana alam akibat kekeringan yang kerap terjadi di wilayah tersebut setiap tahun.

Kegiatan road to school ini dilakukan secara berkelanjutan mulai dari tingkat SD hingga SMA, dengan materi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta didik. Fokus utamanya adalah memahami penyebab kekeringan, pentingnya penghematan air, serta tindakan preventif yang bisa dilakukan secara mandiri di lingkungan rumah dan sekolah. Setiap sesi dilengkapi simulasi sederhana seperti pendistribusian air darurat dan penanganan kebakaran lahan.

Kepala BPBD Kendari menegaskan bahwa pendekatan edukatif melalui sekolah menjadi kunci utama dalam membentuk generasi yang tangguh terhadap bencana. “Kami ingin anak-anak tidak hanya mengetahui risiko, tetapi juga tahu langkah konkret yang bisa mereka ambil saat terjadi kekeringan,” ujar dia dalam salah satu sesi di SMPN 1 Kendari. Program ini juga melibatkan guru dan tenaga pendidik sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah.

Hasil evaluasi awal menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap manajemen air dan kesiapsiagaan bencana. Dalam dua bulan terakhir, sekitar 12 ribu siswa dari 48 sekolah telah mengikuti edukasi ini. Target tahun ini adalah menjangkau seluruh satuan pendidikan di wilayah perkotaan, sekaligus membangun sistem pelaporan dini melalui komunitas pelajar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya