Antrean BBM di Kendari Meroket, BYD HAKA Perkenalkan Kendaraan Listrik
Antrean panjang di SPBU Kendari hingga tiga jam mendorong BYD HAKA memperkenalkan solusi transportasi listrik sebagai alternatif efisien dan berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 19.20 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 Foto lokal iNarasikitaKendari, ıNarasikita - Kondisi antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Kendari kini menjadi isu krusial, dengan waktu tunggu mencapai hingga tiga jam per kendaraan. Fenomena ini terjadi akibat lonjakan permintaan bahan bakar minyak (BBM) yang tidak sebanding dengan pasokan, menimbulkan ketegangan di kalangan masyarakat dan pelaku usaha. Ketersediaan BBM bersubsidi, khususnya Pertalite, terus menjadi sorotan karena stok yang sering habis di pagi hari.
Menyikapi persoalan tersebut, BYD HAKA menghadirkan solusi berbasis teknologi ramah lingkungan melalui kendaraan listrik. Dalam edisi peluncuran terbarunya, perusahaan menawarkan alternatif mobilitas yang tidak bergantung pada BBM, sekaligus menekan ketergantungan terhadap energi fosil. Dengan mengusung konsep transportasi berkelanjutan, kendaraan listrik dari BYD HAKA dirancang untuk mengurangi tekanan pada infrastruktur pengisian bahan bakar konvensional.
Program ini tidak hanya menawarkan efisiensi biaya operasional, tetapi juga menjawab kebutuhan akan mobilitas yang lebih stabil di tengah fluktuasi harga BBM. BYD HAKA menegaskan bahwa solusi listrik bukan hanya opsi masa depan, tetapi juga jawaban praktis terhadap tekanan kini. Dengan pengisian daya yang lebih cepat dan akses ke jaringan pengisian yang terus diperluas, kendaraan listrik diharapkan mampu mengurangi antrean di SPBU secara signifikan.
Tujuan utama dari peluncuran ini adalah mendorong transisi energi yang lebih berkelanjutan di wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya di kota yang mengalami tekanan tinggi terhadap pasokan BBM. Dengan menggandeng pelaku usaha dan masyarakat, BYD HAKA berharap dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur energi konvensional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Pelanggan PLN dapat memantau tagihan dan tarif listrik per kWh melalui aplikasi PLN Mobile tanpa ke kantor, dengan tarif tetap hingga September 2026.
11 September 2026

BPBD Kendari Ajak Siswa Siap Hadapi Krisis Air Musim Kering
Pemkot Kendari melalui BPBD gelar edukasi sekolah untuk tingkatkan kesiapsiagaan warga pelajar menghadapi krisis air akibat musim kering.
11 September 2026

September Feast di Zenith Kendari Tawarkan Diskon 20 Persen
Hotel Zenith Kendari gelar promo September Feast dengan potongan harga hingga 20 persen untuk menu andalan, menarik pengunjung sekaligus dorong kunjungan wisata lokal.
11 September 2026

Enam Mahasiswa UHO Raih Juara Umum III di BPSMI Sultra
Tim mahasiswa Universitas Halu Oleo berhasil meraih posisi ketiga secara umum dalam ajang BPSMI Sulawesi Tenggara dengan karya inovatif berbasis teknologi digital.
11 September 2026
Berita Lainnya

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


