Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN Dua Tahun Pertama

Pemerintah menanggung gaji manajer Kopdes Merah Putih selama dua tahun pertama beroperasi dengan alokasi anggaran yang telah dihitung secara matang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 19.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN Dua Tahun Pertama📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah akan menanggung seluruh biaya gaji manajer koperasi desa dan kelurahan yang tergabung dalam program Merah Putih selama periode dua tahun pertama berdiri. Keputusan ini diambil sebagai bentuk dukungan awal agar koperasi dapat berjalan secara stabil dan berkelanjutan tanpa tekanan finansial langsung pada level desa. Menteri Keuangan menegaskan bahwa alokasi anggaran untuk penggajian tersebut telah diproyeksikan secara cermat dan tidak memberatkan keuangan negara secara signifikan.

Tujuan utama dari skema ini adalah memastikan koperasi mampu membangun kapasitas operasional sejak awal, termasuk dalam pengelolaan sumber daya dan distribusi barang. Dengan dukungan anggaran awal, diharapkan koperasi dapat segera menunjukkan kinerja positif dan mampu mengelola keuangan sendiri dalam waktu singkat, tanpa ketergantungan berkelanjutan pada dana negara.

Salah satu fokus strategis penerapan program ini adalah pengalihan distribusi barang subsidi melalui mekanisme Kopdes Merah Putih. Dengan melibatkan koperasi sebagai mitra penyalur, pemerintah berharap dapat meminimalkan praktik penyimpangan dan kebocoran yang selama ini terjadi dalam penyaluran bantuan sosial. Program ini juga didukung oleh satuan tugas lintas kementerian yang memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai rencana dan transparan.

Purbaya menegaskan bahwa jika seluruh mekanisme berjalan optimal, dampaknya akan terasa nyata dalam penghematan anggaran negara. Dengan koperasi yang berfungsi sebagai penyalur efisien, penggunaan dana subsidi bisa lebih tepat sasaran dan terkontrol. Keuntungan yang dihasilkan dari operasional koperasi nantinya akan dikembalikan ke desa, menciptakan siklus ekonomi lokal yang berkelanjutan dan mandiri.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya