IHSG Melemah ke Level 6.541 di Penutupan Jumat
Indeks saham utama Indonesia turun 0,73% ke posisi 6.541 pada akhir pekan, didorong koreksi luas di sektor konsumsi dan tekanan pasar global.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 19.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (11/9) di level 6.541, melemah 47,96 poin atau 0,73% dibandingkan posisi sebelumnya. Gerakan negatif ini terjadi di tengah volume perdagangan yang mencapai 30,44 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp14,68 triliun. Pergerakan ini mencerminkan tekanan penjualan yang mendominasi pasar pada sesi akhir, terutama dari investor institusi dan asing.
Dari 609 saham yang diperdagangkan, hanya 183 yang menguat, sementara 453 mengalami penurunan harga dan 153 lainnya stagnan. Semua sektor indeks mengalami tekanan penurunan, dengan sektor barang konsumen non primer menjadi yang paling terdampak, turun 1,38%. Kondisi ini mencerminkan perlambatan sentimen terhadap sektor yang sensitif terhadap perubahan daya beli konsumen.
Di pasar regional, kebanyakan bursa Asia bergerak merah. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong turun 0,60%, Shanghai Composite melemah 1,18%, dan Nikkei 225 di Jepang terkoreksi 1,93%. Hanya indeks Straits Times di Singapura yang mampu menguat tipis 0,05%. Di Eropa, sebagian besar bursa menguat, termasuk DAX Jerman yang naik 0,52% dan FTSE 100 Inggris yang meningkat 0,35%. Namun, pasar Amerika Serikat menutup pekan dalam tekanan, dengan S&P 500 turun 0,58%, NASDAQ Composite minus 0,65%, dan Dow Jones terkoreksi 0,60%.
Pasar global yang tidak stabil menjadi faktor penekan utama bagi IHSG, di tengah ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga di beberapa negara maju. Kondisi ini memperkuat sentimen hati-hati di kalangan investor domestik, yang memilih untuk mengurangi eksposur saham sebelum rilis data makroekonomi penting pekan depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


