Korea Utara Perluas Fasilitas Pengayaan Uranium, IAEA Catat Perkembangan Mengkhawatirkan
Korea Utara membangun fasilitas pengayaan uranium baru di Yongbyon dan Kangson, dengan kapasitas hingga 28 rangkaian sentrifus, menurut laporan IAEA yang mengandalkan citra satelit dan sumber terbuka.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.35 WITA·👁 8 orang membaca· 0 hari ini · 26x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengungkap adanya perluasan signifikan dalam infrastruktur nuklir Korea Utara, terutama di kompleks pengayaan uranium di Yongbyon dan Kangson. Laporan terbaru yang diterbitkan pada 28 Agustus 2026 menyebutkan pembangunan bangunan baru berlantai dua di Yongbyon yang diduga berfungsi sebagai fasilitas pengayaan kedua. Fasilitas ini mampu menampung hingga 28 rangkaian sentrifus gas, berdasarkan analisis citra satelit dan dokumentasi foto dari kunjungan pemimpin negara, Kim Jong Un, pada bulan Juni.
Pemantauan dilakukan melalui data citra satelit dan materi publik, termasuk unggahan media pemerintah Korut, karena IAEA tidak lagi memiliki akses inspeksi langsung ke negara tersebut sejak 2009. Temuan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pengayaan uranium telah memasuki tahap operasional baru, terutama di lokasi Kangson yang berada dekat ibu kota Pyongyang. IAEA mencatat adanya indikasi operasi telah dimulai sejak Januari, menandakan peningkatan kapasitas produksi bahan nuklir tingkat senjata.
Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menyatakan kekhawatiran mendalam atas perkembangan berkelanjutan tersebut. Ia menekankan bahwa aktivitas pengayaan di dua lokasi tersebut, serta rencana perluasan produksi, melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB. Menurut Grossi, eskalasi ini menimbulkan ancaman serius terhadap stabilitas keamanan regional dan global. IAEA menegaskan bahwa tanpa inspeksi langsung, pemantauan hanya bisa dilakukan secara terbatas, yang memperbesar risiko ketidakpastian dan ketegangan.
Perwakilan Korea Utara di Wina, dalam pernyataan September 2026, menegaskan bahwa status negaranya sebagai pemilik senjata nuklir telah final dan tidak dapat diubah. Ia menolak klaim IAEA atas kewenangan intervensi, menekankan bahwa negaranya berada di luar cakupan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan memiliki hak berdaulat atas kebijakan nuklir dalam negeri. Pernyataan ini menunjukkan penolakan terhadap pengawasan internasional, yang memperkuat ketegangan dalam dialog nuklir global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Saudi Percepat Proyek Pipa Minyak untuk Atasi Ketergantungan Hormuz
Arab Saudi mempercepat ekspansi pipa minyak mentah East-West hingga kapasitas 10 juta barel per hari demi mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz yang terganggu akibat konflik regional.
26 Oktober 2026

Topan Champi Rusak Infrastruktur Taiwan, Ratusan Terluka dan Ribuan Dievakuasi
Topan Champi melanda Taipei pada malam Jumat (23/10/2026), menyebabkan satu korban tewas, lebih dari 500 luka, ribuan warga dievakuasi, dan listrik padam untuk lebih dari 77 ribu rumah.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tiba di Dandong, China, melalui jembatan baru di Sungai Yalu, menandai pertemuan diplomatik penting menjelang peringatan perang Korea.
25 Oktober 2026

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Jasa Marga kembali lakukan pemeliharaan rutin jalan tol secara terjadwal untuk jaga keandalan infrastruktur dan minimalkan gangguan perjalanan pengguna.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ir. H. Andi Pangerang Umar Mantan Bupati Kolaka Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 13.11 WITA

UIN Kolaka Gelar Adu Kreativitas dalam Bulan Bahasa
Senin, 26 Oktober 2026, 13.06 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Menteri dengan Kinerja Terbaik Menurut Survei
Senin, 26 Oktober 2026, 12.27 WITA

18 Orang Diamankan dalam Gerebek Narkoba di Kampung Madani
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Pramono Ajak Warga Dukung JRF 2026, Jakarta Semakin Diperhitungkan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Penindakan Wajib Direkam
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Mekanik Tangerang Kaget Dapat Tagihan Pajak McLaren Rp137 Juta
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

Pria di Madiun Tewaskan Istri Siri dan Anaknya dengan Cara Sadis
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

