BEI Pantau Lima Emiten karena Pergerakan Saham Tak Wajar
Bursa Efek Indonesia memantau lima emiten akibat kenaikan harga saham yang mencurigakan, termasuk BIKE, UDNG, PLAN, LABA, dan POLA, demi menjaga stabilitas pasar dan perlindungan investor.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 11.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengaktifkan pemantauan intensif terhadap lima emiten yang menunjukkan pergerakan harga saham di luar kewajaran. Pemantauan ini berlaku sejak Rabu, 9 September 2026, dan mencakup PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk. (BIKE), PT Agro Bahari Nusantara Tbk. (UDNG), PT Planet Properindo Jaya Tbk. (PLAN), PT Green Power Group Tbk. (LABA), serta PT Pool Advista Finance Tbk. (POLA). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap pola transaksi yang mencurigakan dan tidak sesuai dengan tren normal di pasar modal.
Pergerakan harga saham dari kelima emiten tersebut menunjukkan kenaikan signifikan dalam periode pendek. Saham BIKE melonjak 8,24% pada pembukaan perdagangan, dengan kenaikan bulanan mencapai 97,79% dan 33,11% secara year to date. Sementara itu, saham UDNG mengalami penurunan 9,88% pada hari yang sama, namun tetap mencatat kenaikan 85,40% sejak awal tahun, meski turun 48,59% dalam satu bulan terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran atas volatilitas yang tidak terkendali.
Emiten PLAN juga menjadi sorotan karena kenaikan harian sebesar 9,59%, dengan kenaikan bulanan mencapai 110,53% dan 73,91% secara year to date. Di sisi lain, saham LABA naik 42,71% dalam sebulan terakhir, sementara POLA mencatat kenaikan 37,29% dalam periode yang sama. Kenaikan ini mendorong BEI untuk meminta klarifikasi dan mengevaluasi potensi ketidaksesuaian antara pergerakan harga dan fundamental emiten.
BEI menegaskan bahwa pengumuman pergerakan tak wajar (Unusual Market Activity/UMA) bukan indikasi pelanggaran hukum, tetapi sebagai langkah preventif untuk menjaga integritas pasar. Pihak bursa mengimbau para investor untuk tidak langsung mengambil keputusan berdasarkan fluktuasi harga jangka pendek, tetapi menunggu respons emiten atas permintaan klarifikasi, mengevaluasi kinerja perusahaan, serta mempertimbangkan rencana aksi korporasi yang belum disetujui RUPS.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Orang tua diminta meningkatkan proteksi anak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melalui tindakan preventif dan penanganan dini gejala pernapasan.
10 September 2026

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.
10 September 2026

10 Bank Mulai Uji Coba Pemungutan PPN Digital
Sepuluh lembaga perbankan resmi melaksanakan uji coba sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri, sebagai langkah awal perluasan kebijakan pajak digital di Indonesia.
10 September 2026

Tunggal Jaya Investama Perkuat Kendali di IMPC Lewat Pembelian Saham Besar
Perusahaan yang mengendalikan Impack Pratama Industri memperbesar kepemilikan hingga 38,39% lewat pembelian 6,6 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham pada September 2026.
10 September 2026
Berita Lainnya

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


