Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak

Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 15.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah tetap optimistis terhadap kesehatan anggaran negara meski harga minyak dunia sempat menembus level US$100 per barel. Menteri Keuangan menegaskan bahwa asumsi fiskal yang telah disiapkan sebelumnya sudah memperhitungkan skenario kenaikan harga minyak hingga kisaran tersebut, sehingga tidak menimbulkan tekanan signifikan terhadap defisit APBN.

Dalam perhitungan yang telah dilakukan, defisit anggaran diestimasi sebesar 2,85% dari Produk Domestik Bruto (PDB), yang tetap menjadi batas aman. Meski terjadi lonjakan harga, rata-rata harga minyak global yang digunakan sebagai dasar perhitungan APBN saat ini masih berada di bawah US$90 per barel, memberikan ruang tambahan bagi keseimbangan fiskal.

Pemerintah tidak merencanakan penambahan kuota subsidi energi dalam waktu dekat. Namun, pemantauan terus dilakukan terhadap fluktuasi harga minyak global untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan yang lebih signifikan. Pemerintah juga menekankan bahwa pengalaman sebelumnya dalam menghadapi harga minyak tinggi menjadi modal strategis dalam menjaga konsistensi kebijakan fiskal.

Hingga pertengahan tahun, defisit APBN masih berada pada level 0,91%, naik tipis menjadi 0,95% pada Juli-Agustus, jauh di bawah ambang batas 3%. Hal ini menunjukkan kinerja fiskal yang tetap terkendali. Pemerintah tetap berkomitmen menjaga keseimbangan anggaran tanpa mengorbankan kesejahteraan rakyat.

Dampak kenaikan harga minyak secara langsung terasa lebih besar pada pengguna bahan bakar nonsubsidi seperti Pertamax. Sebaliknya, masyarakat umum yang menggunakan Pertalite tetap dilindungi melalui subsidi yang tetap berjalan. Dengan demikian, daya beli masyarakat secara keseluruhan tetap terjaga, meskipun ada beban yang diserap oleh anggaran negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya