Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global

Perusahaan otomotif mewah asal Inggris, Jaguar Land Rover, resmi mengumumkan pemangkasan 4.000 pekerja dalam dua tahun, menyusul tekanan dari persaingan ketat dengan produsen mobil China dan beban transisi ke kendaraan listrik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Jaguar Land Rover (JLR) mengumumkan rencana pemangkasan tenaga kerja hingga 4.000 orang dalam kurun waktu dua tahun ke depan, mencakup sekitar sepuluh persen dari total tenaga global. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tekanan berkelanjutan di pasar otomotif Eropa, terutama akibat dominasi produsen mobil dari China yang mampu menawarkan harga kompetitif dan teknologi mutakhir. Perusahaan juga menghadapi beban besar dalam transisi ke kendaraan listrik, yang memerlukan investasi besar namun belum mampu menghasilkan keuntungan signifikan dalam jangka pendek.

Dalam keterangan resmi, CEO JLR, PB Balaji, menegaskan bahwa industri otomotif kini menghadapi tantangan besar akibat perubahan teknologi, persaingan global yang ketat, serta ketidakpastian geopolitik. Ia menekankan bahwa restrukturisasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat ketahanan perusahaan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Penghematan anggaran yang diharapkan mencapai 1,7 miliar poundsterling (sekitar Rp40,45 triliun) akan dialokasikan untuk percepatan pengembangan produk baru dan pembaruan fokus pasar, terutama di Amerika Utara.

Pemangkasan tenaga kerja akan difokuskan pada level manajemen, sementara operasional pabrik tetap dipertahankan sejauh mungkin. Sebelumnya, JLR sempat mengalami gangguan serius akibat serangan siber yang menghentikan produksi di Inggris selama lebih dari sebulan, menimbulkan kerugian hingga 260 juta poundsterling (sekitar Rp6,18 triliun). Ditambah dengan dampak tarif dagang dari Amerika Serikat, perusahaan mencatatkan kerugian operasional sebesar 244 juta poundsterling (sekitar Rp5,80 triliun) pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026.

JLR menegaskan bahwa proses PHK akan dilakukan secara proporsional, dengan komitmen penuh terhadap kepedulian, keadilan, dan rasa hormat terhadap karyawan yang terdampak. Menteri Strategi Bisnis, Energi, dan Industri Inggris, Jonathan Reynolds, dijadwalkan bertemu dengan eksekutif JLR pekan ini untuk membahas dampak sosial ekonomi dari kebijakan tersebut. Balaji menegaskan bahwa langkah ini bukan akhir dari perjalanan perusahaan, melainkan bagian dari transformasi menyeluruh untuk memastikan kelangsungan jangka panjang di era mobilitas berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya