Plastik Sampah Jadi BBM Terbarukan, Nilai Cetane Lebih Tinggi dari Biosolar
Pemerintah mengembangkan BBM terbarukan dari plastik melalui pirolisis, dengan kualitas mencapai cetane number di atas 51 dan potensi komersialisasi melalui skema B2B.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 11.33 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia kini mempercepat pengembangan energi terbarukan dengan mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak melalui teknologi pirolisis. Proses ini tidak hanya menangani persoalan lingkungan, tetapi juga menghasilkan produk energi bernilai tinggi yang dapat digunakan sebagai pengganti solar konvensional. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM menegaskan bahwa limbah plastik, terutama yang berupa kemasan kotor dan multilapis, bisa diolah menjadi bahan bakar bernilai kalor tinggi, bahkan mampu menghasilkan listrik sebagai turunan prosesnya.
Hasil pengolahan dari plastik melalui pirolisis telah mencatatkan nilai cetane number (CN) di atas 51, melebihi standar biosolar yang biasanya berkisar di angka 48–50. Nilai ini menunjukkan kualitas pembakaran yang lebih baik dan efisiensi mesin yang meningkat. Pemerintah saat ini sedang menyusun regulasi terkait spesifikasi dan izin usaha untuk produk tersebut, dengan klasifikasi usaha terdaftar dalam KBLI 38211. Setelah verifikasi dan penetapan aturan, pelaku usaha diperbolehkan menjual produk secara komersial dengan skema bisnis ke bisnis (B2B).
Teknologi yang digunakan adalah pirolisis multikondensor yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Teknologi ini mampu mengolah sampah plastik bernilai ekonomi rendah—seperti kantong plastik tipis, sachet, dan residu kotor—tanpa memerlukan pemilahan ekstensif. Dengan pemanasan tanpa oksigen pada suhu 250–350 derajat Celsius selama sekitar delapan jam, polimer dalam plastik dipecah menjadi hidrokarbon cair yang disebut Petasol. Setiap kilogram sampah plastik menghasilkan rata-rata 0,8 liter, bahkan hingga 1 liter, tanpa proses distilasi ulang.
Petasol telah teruji secara teknis dan telah digunakan di berbagai sektor, termasuk kendaraan diesel, perahu nelayan, dan alat pertanian, dengan penggunaan lebih dari empat tahun tanpa masalah signifikan. Kualitasnya telah memenuhi standar Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 146/2020. Biaya produksi sangat rendah, berkisar Rp5.000–6.160 per liter dengan bahan baku plastik Rp1.800 per kilogram. Jika menggunakan bahan baku dari bank sampah seharga Rp200 per kilogram, biaya turun menjadi Rp4.000–5.000 per liter.
Saat ini, Petasol dijual dengan harga Rp10.000 per liter, memberikan keuntungan bersih Rp4.000–5.000 per liter. Dengan kapasitas produksi 100 kilogram per hari, keuntungan bersih mencapai sekitar Rp8,6 juta per bulan, dan titik impas tercapai dalam waktu sekitar 2,5 tahun. Teknologi ini telah direplikasi di lebih dari 60 lokasi di Indonesia, termasuk Cimahi, Yogyakarta, dan Semarang, dengan dukungan dari dinas lingkungan hidup dan bank sampah lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Pelatihan humas bagi finalis Benyamin S Award 2026 tekankan pentingnya komunikasi efektif antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
26 Oktober 2026

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Kementerian Hukum memblokir 700 ribu badan usaha yang belum melaporkan data pemilik manfaat, sebagai langkah mendukung transparansi dan keterbukaan data perusahaan.
26 Oktober 2026

Pemerintah Diminta Perluas Insentif Listrik untuk Truk dan Bus Komersial
Moeldoko menyerukan ekstensi insentif fiskal bagi truk dan bus listrik guna percepatan transisi energi dan pengurangan emisi karbon nasional.
26 Oktober 2026

Pentagon Rilis Dokumen Ketujuh soal Fenomena Udara Tak Dikenal
Pentagon AS mempublikasikan seri ketujuh dokumen terkait objek terbang tak dikenal, mencakup laporan lapangan, rekaman, dan catatan historis dari periode 1940-an hingga kini.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pergeseran Pusat Ekonomi Batavia dari Kota Tua ke Pasar Baru
Senin, 26 Oktober 2026, 17.40 WITA

Honda Culture Indonesia Siap Meriahkan Puncak di GBK
Senin, 26 Oktober 2026, 17.39 WITA

