Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

OpenAI Klaim Selesaikan Persamaan Navier-Stokes dalam 88 Jam

OpenAI mengumumkan berhasil menyelesaikan persamaan Navier-Stokes dalam waktu 88 jam menggunakan 10 ribu agen AI, memicu perdebatan akademik soal keaslian dan etika penemuan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 11.35 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 7x dibuka
OpenAI Klaim Selesaikan Persamaan Navier-Stokes dalam 88 Jam📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, OpenAI, mengumumkan pencapaian signifikan dalam bidang matematika dengan menyelesaikan persamaan Navier-Stokes—salah satu teka-teki terbesar dalam ilmu fluida—dalam waktu kurang dari empat hari. Proses ini dilakukan melalui kolaborasi 10 ribu agen kecerdasan buatan yang bekerja secara paralel, menghasilkan sekitar 3 juta pesan pertukaran data dan menghasilkan 130 miliar token output dalam prosesnya. Solusi ini diklaim menjadi tonggak penting dalam evolusi kemampuan AI dalam menangani permasalahan kompleks yang selama puluhan tahun dianggap tak terpecahkan.

Pencapaian tersebut dilakukan dalam rentang waktu 88 jam, mulai dari 1 September hingga 5 September, setelah OpenAI memutuskan untuk mengalokasikan sumber daya AI canggihnya untuk menyelesaikan salah satu dari tujuh masalah Millennium Prize yang dikelola oleh The Clay Mathematics Institute. Meskipun solusi yang dihasilkan telah menyelesaikan dua dari empat pernyataan yang diperlukan dalam bukti, hasil tersebut belum diverifikasi oleh lembaga resmi dan belum menyertakan klaim atas hadiah senilai satu juta dolar AS yang disediakan untuk penyelesaian lengkap permasalahan tersebut.

Klaim OpenAI langsung memicu kontroversi akademik, ketika profesor matematika dari New York University, Tristan Buckmaster, menyatakan bahwa risetnya bersama rekan dari Anthropic telah mencapai kemajuan serupa pada tanggal 3 September. Ia mengungkapkan bahwa informasi awal tentang pendekatan riset mereka diketahui oleh OpenAI sebelum pengumuman resmi, didukung oleh bukti berupa percakapan email. Buckmaster menegaskan bahwa ia belum membaca seluruh bukti OpenAI, namun merasa perlu menyampaikan kekhawatirannya terkait keaslian proses penemuan.

OpenAI menanggapi dengan menyatakan bahwa mereka tidak pernah melihat hasil kerja Buckmaster dan Alpöge sebelum dirilis ke publik, serta menegaskan bahwa tidak ada akses ke data pengguna dalam proses penyelesaian masalah. Perusahaan juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya bersama para ilmuwan, namun menekankan bahwa metode dan hasil akhir yang dicapai oleh mereka berbeda secara substansial. Biaya operasional yang dikeluarkan dalam proses ini diperkirakan mencapai US$10 juta, berdasarkan skema harga internal untuk model AI terkini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya