OpenAI Klaim Selesaikan Persamaan Navier-Stokes dalam 88 Jam
OpenAI mengumumkan berhasil menyelesaikan persamaan Navier-Stokes dalam waktu 88 jam menggunakan 10 ribu agen AI, memicu perdebatan akademik soal keaslian dan etika penemuan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 11.35 WITA·👁 6 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, OpenAI, mengumumkan pencapaian signifikan dalam bidang matematika dengan menyelesaikan persamaan Navier-Stokes—salah satu teka-teki terbesar dalam ilmu fluida—dalam waktu kurang dari empat hari. Proses ini dilakukan melalui kolaborasi 10 ribu agen kecerdasan buatan yang bekerja secara paralel, menghasilkan sekitar 3 juta pesan pertukaran data dan menghasilkan 130 miliar token output dalam prosesnya. Solusi ini diklaim menjadi tonggak penting dalam evolusi kemampuan AI dalam menangani permasalahan kompleks yang selama puluhan tahun dianggap tak terpecahkan.
Pencapaian tersebut dilakukan dalam rentang waktu 88 jam, mulai dari 1 September hingga 5 September, setelah OpenAI memutuskan untuk mengalokasikan sumber daya AI canggihnya untuk menyelesaikan salah satu dari tujuh masalah Millennium Prize yang dikelola oleh The Clay Mathematics Institute. Meskipun solusi yang dihasilkan telah menyelesaikan dua dari empat pernyataan yang diperlukan dalam bukti, hasil tersebut belum diverifikasi oleh lembaga resmi dan belum menyertakan klaim atas hadiah senilai satu juta dolar AS yang disediakan untuk penyelesaian lengkap permasalahan tersebut.
Klaim OpenAI langsung memicu kontroversi akademik, ketika profesor matematika dari New York University, Tristan Buckmaster, menyatakan bahwa risetnya bersama rekan dari Anthropic telah mencapai kemajuan serupa pada tanggal 3 September. Ia mengungkapkan bahwa informasi awal tentang pendekatan riset mereka diketahui oleh OpenAI sebelum pengumuman resmi, didukung oleh bukti berupa percakapan email. Buckmaster menegaskan bahwa ia belum membaca seluruh bukti OpenAI, namun merasa perlu menyampaikan kekhawatirannya terkait keaslian proses penemuan.
OpenAI menanggapi dengan menyatakan bahwa mereka tidak pernah melihat hasil kerja Buckmaster dan Alpöge sebelum dirilis ke publik, serta menegaskan bahwa tidak ada akses ke data pengguna dalam proses penyelesaian masalah. Perusahaan juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya bersama para ilmuwan, namun menekankan bahwa metode dan hasil akhir yang dicapai oleh mereka berbeda secara substansial. Biaya operasional yang dikeluarkan dalam proses ini diperkirakan mencapai US$10 juta, berdasarkan skema harga internal untuk model AI terkini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

AI dan Transisi 20 Tahun yang Penuh Gejolak
Bill Gates memperingatkan potensi gejolak sosial dan ekonomi selama dua dekade ke depan akibat transformasi besar akibat kecerdasan buatan.
25 Oktober 2026

AI Prediksi Kelangsungan Hidup Pasien Kanker dari Foto Wajah
Teknologi kecerdasan buatan kini mampu memperkirakan peluang hidup pasien kanker hanya berdasarkan satu foto wajah, berkat pengembangan alat berbasis analisis wajah yang akurat dan konsisten.
25 Oktober 2026

Daniel Nadler, Pendiri 'ChatGPT Dokter' yang Kaya Raya dari Teknologi Kesehatan
Daniel Nadler, pendiri OpenEvidence, kini memiliki kekayaan mencapai Rp137,5 triliun berkat platform kecerdasan buatan yang membantu dokter dalam pengambilan keputusan klinis.
25 Oktober 2026

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Menteri Perindustrian soroti potensi kendaraan Range Extended Electric Vehicle yang mampu menempuh 65 km per liter BBM dan menjangkau 1.600 km dengan pengisian penuh.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

