BUK Migas Didesain sebagai Entitas Kuat untuk Perkuat Energi Nasional
Revisi UU Migas tengah berjalan dengan fokus pada struktur BUK Migas yang dirancang sebagai entitas khusus untuk mengelola hulu migas secara profesional dan mandiri.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 23x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pembahasan revisi Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi kembali menghadapi tantangan dalam merancang posisi dan wewenang Badan Usaha Khusus (BUK) Migas. Isu utama yang menjadi perdebatan adalah bentuk kelembagaan dan tingkatan otoritas BUK dalam struktur pemerintahan, dengan tiga opsi utama: berada langsung di bawah Presiden, di bawah PT Pertamina (Persero), atau berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Dalam draf yang beredar, BUK Migas diproyeksikan sebagai badan usaha khusus atau BUMN khusus yang fokus mengelola aktivitas hulu migas, termasuk eksplorasi dan produksi. Menurut pakar ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, konsep ini mengingatkan pada struktur masa lalu, seperti direktorat khusus dalam Pertamina yang kemudian berevolusi menjadi BP Migas dan kemudian SKK Migas. Ia menekankan bahwa BUK Migas akan fokus pada sektor hulu, mirip dengan model yang pernah diterapkan, tetapi dengan struktur yang lebih modern dan independen.
Kemiripan juga ditemukan dengan Danantara, meskipun cakupan BUK Migas lebih terfokus pada hulu. Namun, praktisi migas Hadi Ismoyo menilai BUK yang baru harus memiliki kewenangan lebih besar dibanding lembaga sebelumnya. Ia menyarankan agar BUK dapat mengelola hulu dan hilir secara bersamaan jika diperlukan, dengan struktur bertanggung jawab langsung kepada Presiden, sementara secara operasional berada di bawah kementerian terkait. Tujuannya adalah menciptakan lembaga yang kuat, profesional, dan mampu mendukung ketahanan energi nasional.
Kepentingan profesionalisme dan netralitas menjadi kunci dalam pemilihan anggota BUK Migas. Menurut Hadi, tidak boleh ada konflik kepentingan, sehingga pemilihan harus didasarkan pada kompetensi, bukan kepentingan politik atau korporat. Ia menekankan pentingnya menjaga prinsip "tidak boleh wasit merangkap pemain" agar BUK dapat berfungsi sebagai entitas global yang andal. Di sisi lain, Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari menyatakan belum mengambil posisi definitif, menunggu keputusan resmi pemerintah melalui Dokumen Implementasi Mekanisme (DIM) sebelum menyampaikan pandangan lebih lanjut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Pelatihan humas bagi finalis Benyamin S Award 2026 tekankan pentingnya komunikasi efektif antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
26 Oktober 2026

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Kementerian Hukum memblokir 700 ribu badan usaha yang belum melaporkan data pemilik manfaat, sebagai langkah mendukung transparansi dan keterbukaan data perusahaan.
26 Oktober 2026

Pemerintah Diminta Perluas Insentif Listrik untuk Truk dan Bus Komersial
Moeldoko menyerukan ekstensi insentif fiskal bagi truk dan bus listrik guna percepatan transisi energi dan pengurangan emisi karbon nasional.
26 Oktober 2026

Pentagon Rilis Dokumen Ketujuh soal Fenomena Udara Tak Dikenal
Pentagon AS mempublikasikan seri ketujuh dokumen terkait objek terbang tak dikenal, mencakup laporan lapangan, rekaman, dan catatan historis dari periode 1940-an hingga kini.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pergeseran Pusat Ekonomi Batavia dari Kota Tua ke Pasar Baru
Senin, 26 Oktober 2026, 17.40 WITA

Honda Culture Indonesia Siap Meriahkan Puncak di GBK
Senin, 26 Oktober 2026, 17.39 WITA

