Rekening Massal Tetap Berlaku untuk Pemilik Rekening Sebelumnya
Program pembukaan rekening massal tetap menyertakan warga yang sudah memiliki rekening, dengan pendekatan konsolidasi data dan integrasi sistem pembayaran digital.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 11.34 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 7x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah memastikan bahwa masyarakat yang telah memiliki rekening bank tetap dapat menjadi peserta program pembukaan rekening massal yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kepemilikan rekening sebelumnya tidak menjadi penghalang untuk tetap mendapatkan akses ke program ini. Proses selanjutnya akan melibatkan konsolidasi data yang dilakukan secara menyeluruh oleh lembaga terkait.
Kegiatan konsolidasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh rekening masyarakat terintegrasi ke dalam sistem keuangan nasional yang lebih terkoordinasi. Airlangga menjelaskan bahwa rekening yang dimiliki oleh individu, termasuk yang berada di lebih dari satu bank, tetap akan dipertimbangkan dalam proses ini. Tujuannya adalah memastikan setiap warga memiliki akses terhadap layanan keuangan resmi tanpa adanya tumpang tindih atau kehilangan akses.
Program ini merupakan bagian dari arahan presiden untuk memastikan seluruh penduduk Indonesia memiliki rekening bank sebagai fondasi inklusi keuangan. Dalam pelaksanaannya, pemerintah mengandalkan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), yang kemudian akan dipadankan dengan sistem pembayaran yang dikelola oleh Bank Indonesia. Integrasi ini akan menggunakan infrastruktur QRIS sebagai gateway utama.
Dengan pendekatan berbasis data terpadu dan sistem pembayaran digital, pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial, subsidi, serta layanan publik lainnya dapat dilakukan secara lebih efisien, akurat, dan terus terintegrasi. Keterlibatan BRI dan BSI sebagai lembaga perbankan utama dalam program ini menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan transformasi sistem keuangan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Orang tua diminta meningkatkan proteksi anak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melalui tindakan preventif dan penanganan dini gejala pernapasan.
10 September 2026

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.
10 September 2026

10 Bank Mulai Uji Coba Pemungutan PPN Digital
Sepuluh lembaga perbankan resmi melaksanakan uji coba sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri, sebagai langkah awal perluasan kebijakan pajak digital di Indonesia.
10 September 2026

Tunggal Jaya Investama Perkuat Kendali di IMPC Lewat Pembelian Saham Besar
Perusahaan yang mengendalikan Impack Pratama Industri memperbesar kepemilikan hingga 38,39% lewat pembelian 6,6 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham pada September 2026.
10 September 2026
Berita Lainnya

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


