Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Aksi unjuk rasa di Tirana memasuki hari ke-101 menolak pembangunan resor mewah yang dikaitkan dengan menantu Presiden AS, dengan massa melemparkan telur ke mobil anggota parlemen.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Aksi demonstrasi yang berlangsung di ibu kota Albania, Tirana, kembali memanas pada Selasa (8/9/2026), ketika sekelompok massa melemparkan telur ke arah kendaraan yang mereka duga membawa anggota parlemen. Aksi tersebut merupakan bagian dari gelombang protes berkelanjutan terhadap rencana pembangunan proyek resor mewah di kawasan lindung Vjosa-Narta, yang dikaitkan dengan Jareth Kushner, menantu mantan Presiden AS Donald Trump. Polisi setempat menangkap sejumlah demonstran dalam penindakan terhadap kerusuhan yang terjadi di depan gedung parlemen, pusat kekuasaan politik Albania.
Gerakan protes yang kini dikenal sebagai "Revolusi Flamingo" mengambil nama dari burung langka yang hidup di kawasan lahan basah yang terancam terganggu oleh pembangunan. Aktivis lingkungan menilai proyek tersebut bukan hanya mengancam ekosistem lokal, tetapi juga menjadi simbol ketidaktransparanan dan korupsi dalam pemerintahan. Mereka menekankan bahwa pembangunan infrastruktur skala besar di wilayah konservasi berpotensi merusak ratusan hektare pantai alami yang masih terjaga.
Proyek tersebut dikembangkan oleh perusahaan investasi Affinity Partners, yang diketahui memiliki keterlibatan langsung dalam pengembangan dua lokasi strategis di Albania—kawasan Vjosa-Narta dan Pulau Sazan. Nilai total proyek diperkirakan mencapai €1,4 miliar (sekitar US$1,6 miliar), dengan Perdana Menteri Edi Rama menyatakan bahwa gabungan dua proyek tersebut bernilai hingga €5 miliar. Namun, keberadaan proyek ini terus menjadi bahan perdebatan publik karena kurangnya transparansi dalam proses perizinan dan dampak lingkungan jangka panjang.
Masyarakat dan kelompok lingkungan menyerukan peninjauan ulang terhadap izin pembangunan, menuntut kebijakan yang lebih berkelanjutan dan melibatkan partisipasi masyarakat. Mereka menegaskan bahwa kepentingan ekonomi tidak boleh mengorbankan keberlangsungan ekosistem alami yang menjadi warisan alam bagi generasi mendatang. Aksi demo hari ke-101 menunjukkan ketegangan yang memuncak antara kebijakan pembangunan pemerintah dan keberlanjutan lingkungan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

ADHI Perjelas Proses Kajian Pendanaan Proyek LRT City
Adhi Karya menyatakan masih dalam tahap pembahasan dengan Danantara Asset Management untuk pendanaan proyek LRT City, termasuk penyelesaian unit yang belum diserahkan.
9 September 2026

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Pemerintah pusat siapkan skema pinjaman infrastruktur melalui PT SMI, dengan pembayaran dilakukan dari dana bagi hasil yang diterima daerah.
8 September 2026

SMGR Perkuat Ekspansi Pasar Lewat Proyek Strategis dan Reformasi Bisnis
Laba bersih Semen Indonesia tumbuh 445% pada semester pertama 2026, didorong proyek pemerintah, penataan anak usaha, dan pemulihan merek Kujang.
8 September 2026

Jepang Dorong Investasi di Kawasan Rebana, Fokus pada Ekonomi Hijau dan Infrastruktur
Pemerintah bersama JICA gelar seminar untuk memperkuat kemitraan publik-swasta dan menarik investasi di Kawasan Rebana, Jawa Barat, dengan fokus pada industri hijau dan pengembangan infrastruktur strategis.
8 September 2026
Berita Lainnya

Masker Sekali Pakai Tak Boleh Dicuci, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 15.47 WITA

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


