Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BEI Hentikan Perdagangan Saham MGLV dan UANG untuk Stabilisasi Pasar

Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham MGLV dan UANG pada 9 September 2026 demi mencegah volatilitas berlebihan dan melindungi investor dari risiko spekulatif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BEI Hentikan Perdagangan Saham MGLV dan UANG untuk Stabilisasi Pasar
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menangguhkan perdagangan saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) dan PT Pakuan Tbk (UANG) mulai sesi perdagangan pertama pada 9 September 2026. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan harga yang mendadak dan signifikan dalam periode singkat, guna menstabilkan dinamika pasar dan memberikan ruang bagi investor untuk mengevaluasi keputusan investasi secara lebih bijak.

Peningkatan harga saham MGLV tercatat sebesar 29,13% dalam lima hari terakhir, dengan lonjakan total 77,31% dalam sebulan terakhir, mencapai level Rp 14.850 per lembar saham. Sementara itu, saham UANG mengalami kenaikan 66,9% dalam lima hari dan naik 77,1% dalam satu bulan, diperdagangkan di harga Rp 4.340 per saham. Dengan kenaikan tersebut, kapitalisasi pasar MGLV mencapai Rp 28,29 triliun, sedangkan UANG mencapai Rp 5,25 triliun.

Langkah suspensi ini merupakan bagian dari mekanisme perlindungan pasar yang diterapkan BEI untuk mencegah terjadinya gelembung spekulatif. Tujuannya adalah memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk menyerap informasi secara menyeluruh, termasuk keterbukaan informasi resmi dari emiten, sebelum kembali melakukan transaksi. Hal ini juga bertujuan menjaga integritas dan kepercayaan terhadap sistem pasar modal.

BEI mengimbau seluruh pihak terkait, termasuk investor dan perusahaan, untuk tetap memantau pengumuman resmi yang disampaikan melalui saluran keterbukaan informasi. Dengan demikian, semua pemangku kepentingan dapat mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat dan transparan, bukan sekadar tren harga yang tidak stabil.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya