Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Ketua Komisi XII DPR, Melchias Markus Mekeng, menyoroti ketidaksesuaian antara tren kenaikan anggaran cost recovery dan penurunan tingkat produksi minyak serta gas bumi di dalam negeri. Ia menekankan bahwa alokasi dana yang terus meningkat, terutama pada proyeksi tahun 2027 sebesar US$10,1 miliar atau setara Rp175 triliun, tidak sejalan dengan kinerja operasional yang menurun. Mekeng menilai hal ini memerlukan penjelasan yang jelas dan logis dari SKK Migas sebagai lembaga pengelola kegiatan hulu migas.
Ia menekankan bahwa cost recovery bukan sekadar urusan teknis industri, melainkan menyangkut pengelolaan uang negara yang berasal dari APBN dan akhirnya berasal dari rakyat. “Ini uang rakyat,” tegasnya, menegaskan bahwa setiap pengeluaran harus dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan dampak nyata terhadap kenaikan produksi. Ia mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran yang besar jika hasilnya justru menunjukkan tren penurunan lifting.
Mekeng meminta SKK Migas mengungkap secara rinci struktur biaya dalam cost recovery, termasuk komponen-komponen yang membentuk angka tersebut. Ia menekankan perlunya transparansi dalam menentukan biaya yang layak, mekanisme penetapan, dan standar evaluasi. “Harus dijelaskan apa saja yang dimasukkan, siapa yang menentukan, dan ukuran apa yang digunakan,” tegasnya, menekankan pentingnya akuntabilitas terhadap pengeluaran publik.
DPR, khususnya Komisi XII, siap melakukan pemantauan lebih lanjut. Mekeng menyatakan bahwa jika penjelasan dari SKK Migas tidak cukup meyakinkan, maka diperlukan langkah lebih tegas untuk memastikan keberadaan dan manfaat anggaran tersebut dapat dipahami secara terbuka oleh publik. Ia menegaskan bahwa besarnya anggaran tidak boleh menjadi sekadar angka kosong dalam APBN, melainkan harus disertai kontribusi nyata terhadap kemandirian energi nasional.
Pemerintah dan lembaga terkait, menurut Mekeng, harus mampu menunjukkan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan melalui cost recovery memberikan manfaat yang sepadan. Publik berhak tahu ke mana uang pajak mereka digunakan dan apakah pengeluaran itu benar-benar mendukung peningkatan produksi migas nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Penghapusan cukai bioetanol menjadi langkah krusial untuk mendorong implementasi bensin campur etanol secara nasional, dengan target E20 pada 2028.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Selasa, 8 September 2026, 22.34 WITA


