Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 10x dibuka
Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Endapan abu vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebar ke wilayah Jabodetabek telah menutupi permukaan kaca mobil secara merata. Banyak pengendara cenderung langsung menyalakan wiper sebagai respons instan, tetapi tindakan ini justru berisiko merusak permukaan kaca. Menurut pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, karet wiper yang bergerak di atas lapisan abu kering akan menggores permukaan kaca karena partikel vulkanik mengandung material mineral keras dan abrasif.

Kandungan silika dalam abu vulkanik merupakan penyebab utama kerusakan. Struktur kristal silika jauh lebih keras dibandingkan lapisan pelindung kaca mobil, sehingga setiap gerakan wiper di atas abu kering berfungsi seperti menggosok permukaan dengan amplas halus. Bahkan jika hanya dilap secara kasar tanpa air, goresan halus dapat muncul pada clear coat maupun kaca. Oleh karena itu, langkah pertama yang disarankan adalah tidak menyentuh kaca sama sekali sebelum dibersihkan secara benar.

Prosedur yang direkomendasikan adalah mengangkat wiper terlebih dahulu sebelum membasahi kendaraan. Seluruh permukaan mobil, mulai dari atap hingga bodi, harus disiram air mengalir dalam volume besar secara merata dari atas ke bawah. Proses ini harus dilakukan tanpa menyentuh permukaan dengan spons atau lap, agar partikel abrasif terbawa air secepat mungkin. Hanya setelah abu benar-benar larut, mobil boleh dicuci dengan sampo khusus, dibilas lagi, dan dilap menggunakan kain mikrofiber.

Karet wiper juga perlu dibersihkan secara menyeluruh sebelum dipasang kembali, karena sisa abu yang terperangkap bisa menggores kaca pada penggunaan berikutnya. Bagi kendaraan yang belum terkena abu, disarankan untuk diparkir di area tertutup. Jika menggunakan car cover, pastikan bodi mobil dalam kondisi bersih terlebih dahulu, karena menutup mobil yang sudah berdebu justru dapat memperparah gesekan antara kain dan permukaan cat.

Yang harus dihindari adalah membasahi sebagian saja atau membiarkan abu tetap basah hingga mengering kembali. Air yang tidak mencukupi justru mempercepat proses korosi dan meningkatkan risiko kerusakan permanen. Menurut Yannes, cara paling aman adalah menggunakan air mengalir dalam jumlah cukup untuk membilas seluruh permukaan secara menyeluruh tanpa menyentuh kendaraan secara langsung.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya