Abaikan Abu Vulkanik di Mesin Mobil? Bisa Rusak Serius
Paparan abu vulkanik pada mesin mobil berpotensi merusak komponen kritis jika tidak ditangani tepat, termasuk filter udara, radiator, dan sistem kelistrikan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kehadiran abu vulkanik di ruang mesin kendaraan bukan hal yang bisa diabaikan. Partikel halus yang mengandung silika dan sulfur bersifat abrasif dan korosif, sehingga berisiko merusak berbagai komponen internal seperti filter udara, saluran masuk udara, radiator, dan konektor kelistrikan. Ahli otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menekankan pentingnya tindakan hati-hati saat menemukan abu vulkanik menempel di area mesin.
Ia menyarankan untuk tidak langsung menyalakan mesin, terutama jika abu terkumpul dalam jumlah banyak. Sebaiknya kap mesin dibuka perlahan agar debu yang menumpuk di atas tidak jatuh ke dalam ruang mesin secara langsung. Setelah kap terbuka, lakukan pemeriksaan visual terhadap komponen-komponen utama, termasuk filter udara, kondensor AC, dan bagian elektronik yang rentan terhadap kontaminasi.
Pemilik kendaraan dilarang membasahi ruang mesin dengan air langsung atau menggunakan tekanan tinggi untuk menghilangkan abu. Hal ini karena air dapat merusak sensor, modul elektronik, dan kabel yang sensitif terhadap kelembapan. Selain itu, angin atau tiupan kuat justru bisa mendorong partikel halus lebih dalam ke celah-celah mesin, memperparah kerusakan.
Pemeriksaan filter udara harus menjadi prioritas, karena kotoran yang menumpuk dapat menghambat aliran udara ke mesin dan berpotensi menyebabkan kerusakan mesin akibat kekurangan udara. Jika kondisi abu vulkanik sangat parah, disarankan untuk membawa kendaraan ke bengkel resmi agar dapat dibersihkan secara profesional dan diperiksa secara menyeluruh.
Pemeriksaan juga perlu dilakukan pada radiator, karet seal, serta area kisi-kisi depan dan wiper yang sering terpapar debu. Tindakan pencegahan segera akan menekan risiko kerusakan jangka panjang dan memperpanjang usia kendaraan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


