7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Paparan abu vulkanik sering memicu iritasi saluran napas, termasuk gatal dan batuk; berikut cara alami meredakannya secara efektif.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Paparan abu vulkanik yang halus dan mudah terhirup dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan, terutama tenggorokan. Gejala umum yang muncul meliputi rasa gatal, perih, batuk berdahak, serta peningkatan produksi lendir sebagai respons alami tubuh untuk menangkap partikel asing. Iritasi ini sering kali terjadi pada populasi yang tinggal dekat zona erupsi atau terpapar debu secara langsung. CDC AS mencatat batuk berdahak sebagai keluhan paling umum akibat paparan semacam ini.
Untuk meredakan ketidaknyamanan, sejumlah metode alami dapat dilakukan secara mandiri. Salah satunya adalah berkumur dengan air garam hangat, yang membantu mengurangi pembengkakan jaringan dan menarik lendir dari saluran tenggorokan. Campurkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, aduk hingga larut, lalu gunakan untuk berkumur selama beberapa detik sebelum dikeluarkan. Lakukan beberapa kali sehari untuk hasil optimal.
Selain itu, konsumsi teh hangat yang diberi madu dapat menenangkan iritasi dan membantu mengurangi intensitas batuk. Madu memiliki sifat antimikroba dan mampu menjaga kelembapan selaput lendir. Makanan berkuah seperti sup juga dianjurkan karena membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi, faktor penting untuk mengurangi peradangan dan menjaga lendir tetap cair.
Penggunaan humidifier atau mandi uap air hangat dapat meningkatkan kelembapan udara, sehingga mengurangi pembengkakan jaringan di tenggorokan dan hidung. Jika tidak memiliki alat tersebut, cukup mandi dengan air hangat dan hirup uapnya secara perlahan selama beberapa menit. Posisi tubuh juga penting: saat tidur, gunakan dua bantal agar kepala lebih tinggi, agar lendir tidak menumpuk dan membantu pernapasan menjadi lebih lancar.
Meski kebanyakan gejala bersifat sementara dan dapat mereda tanpa pengobatan, penting untuk segera berkonsultasi ke dokter jika gejala bertahan lebih dari beberapa hari atau memburuk. Tanda peringatan meliputi nyeri menelan yang hebat, demam tinggi, atau mual dan muntah. Tindakan cepat dapat mencegah komplikasi serius pada sistem pernapasan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Dokter spesialis anak menekankan pentingnya deteksi dini gejala iritasi pernapasan pada anak akibat paparan abu vulkanik, terutama pada yang memiliki riwayat asma atau alergi.
9 September 2026

Warga 17 Tahun Dapat Rekening Otomatis Disertai Dana Awal Rp50 Ribu
Pemerintah siapkan rekening bank otomatis bagi warga usia 17 tahun dengan saldo awal Rp50 ribu, terhubung ke NIK, sebagai langkah inklusi keuangan dan digitalisasi ekonomi.
9 September 2026

Singapura Naikkan Gaji Pejabat Meski Ekonomi Tidak Merata
Singapura mengumumkan kenaikan gaji hingga 9% untuk menteri dan anggota parlemen, meski pertumbuhan ekonomi tidak merata dan tekanan inflasi masih tinggi.
9 September 2026

SPP-TDLN Mulai Berlaku 10 September 2026
Kebijakan pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri resmi diberlakukan mulai esok hari, dengan peran utama bank milik negara dalam pelaksanaannya.
9 September 2026
Berita Lainnya

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Pabrik BYD Subang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Tak Turun Langsung
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Purbaya Tegaskan Restitusi Pajak Akan Diperbaiki
Rabu, 9 September 2026, 11.35 WITA


