Purbaya Tegaskan Restitusi Pajak Akan Diperbaiki
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjanji memperbaiki kendala pencairan restitusi pajak yang mengganggu arus kas pelaku usaha, setelah terjadi kesalahpahaman dalam pelaksanaan pengawasan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.35 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen untuk menyelesaikan persoalan restitusi pajak yang dialami sejumlah pelaku usaha, terutama terkait penundaan pencairan dana. Ia menyatakan bahwa hambatan tersebut bukan karena kebijakan yang diubah, melainkan akibat penafsiran yang keliru dalam pelaksanaan instruksi pengawasan restitusi.
Purbaya menjelaskan bahwa perintahnya hanya menyasar sektor batu bara, sebagaimana bagian dari upaya mengecek efektivitas subsidi pemerintah sebesar Rp25 triliun yang diberikan kepada perusahaan tambang. Namun, instruksi itu ternyata diterapkan secara berlebihan hingga menyentuh sektor lain, sehingga memicu penundaan proses restitusi.
Ia menegaskan bahwa dirinya akan langsung memantau situasi tersebut dan menyelesaikan masalah secara tuntas. “Saya akan monitor, saya akan bereskan nanti,” tegasnya dalam konferensi pers, menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk menjaga kelancaran operasional bisnis.
Dukungan dari sektor industri juga turut mendorong langkah ini. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa KADIN Indonesia telah melaporkan adanya gangguan serius terhadap arus kas perusahaan akibat penundaan restitusi. Ia menyebut pihaknya telah mempersiapkan pertemuan dengan Kementerian Keuangan untuk mencari solusi bersama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Pemerintah menaikkan target setoran PNBP sektor energi dan mineral tahun 2026 menjadi Rp165 triliun, didorong capaian positif hingga September yang sudah mencapai 93,78% dari target sebelumnya.
25 Oktober 2026

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Rupiah mengalami tekanan berkelanjutan dengan nilai tukar menembus level Rp18.040 per dolar AS, dipicu penguatan greenback dan penurunan persepsi investasi global.
25 Oktober 2026

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Layanan keuangan melalui BRILink Agen Fillio di Dumai berhasil meningkatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM dan lansia, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

