Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Rupiah mengalami tekanan berkelanjutan dengan nilai tukar menembus level Rp18.040 per dolar AS, dipicu penguatan greenback dan penurunan persepsi investasi global.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 21.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah kembali melemah pada akhir pekan, berada di posisi Rp18.040 per dolar AS pada penutupan Jumat (23/10/2026), menunjukkan tekanan berkelanjutan terhadap mata uang lokal. Pergerakan ini terjadi setelah sebelumnya mengalami pelemahan 0,25% pada hari sebelumnya, menunjukkan tren penurunan yang belum berhenti meski ada sedikit kenaikan harian sebesar 0,03%. Penguatan dolar AS terus menjadi faktor dominan, terlihat dari indeks dolar AS (DXY) yang mencapai 101,802 pada pagi hari, mengindikasikan kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter Bank Indonesia, Firman Mochtar, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS didorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang telah melampaui 5%. Peningkatan yield ini menarik aliran modal global ke aset berdenominasi dolar, sehingga meningkatkan permintaan terhadap greenback. Akibatnya, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan pelemahan secara struktural. “Ketika dolar AS menguat, maka mata uang negara berkembang cenderung melemah, termasuk rupiah,” tegasnya dalam keterangan pers di Jakarta.
Firman juga menyebut bahwa keputusan MSCI yang akan membahas kenaikan status pasar saham Indonesia menjadi Standalone Market turut memberi dampak negatif terhadap rupiah. Meskipun proses ini diharapkan membuka akses investasi jangka panjang, prospek diskusi tersebut justru menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap aliran modal keluar sementara. “Ada tekanan global dan tekanan domestik yang saling berinteraksi, menyebabkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah,” ujarnya.
Dengan kondisi ini, BI terus memantau dinamika pasar secara ketat, termasuk dampak dari kebijakan moneter global dan keputusan institusi keuangan internasional. Upaya menjaga stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas, meskipun tekanan dari faktor eksternal terus berlanjut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Pemerintah menaikkan target setoran PNBP sektor energi dan mineral tahun 2026 menjadi Rp165 triliun, didorong capaian positif hingga September yang sudah mencapai 93,78% dari target sebelumnya.
25 Oktober 2026

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Layanan keuangan melalui BRILink Agen Fillio di Dumai berhasil meningkatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM dan lansia, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
25 Oktober 2026

Singapura Jamin Stabilitas Energi Meski RI Kurangi Ekspor Gas
Singapura menegaskan kesiapan menghadapi pemangkasan pasokan gas dari Indonesia, dengan cadangan dan diversifikasi sumber yang memadai.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

