Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tiba di Dandong, China, melalui jembatan baru di Sungai Yalu, menandai pertemuan diplomatik penting menjelang peringatan perang Korea.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melakukan kunjungan resmi ke China pada Sabtu (24/10/2026), tiba di kota perbatasan Dandong melalui Jembatan Baru Sungai Yalu yang baru beroperasi. Kunjungan ini dikonfirmasi oleh sumber dari pemerintah Korea Selatan yang meminta anonimitas karena tidak berwenang memberikan keterangan publik. Keberadaan Kim di wilayah perbatasan tersebut terjadi sehari sebelum peringatan 73 tahun keterlibatan China dalam Perang Korea (1950–1953), menandai momen strategis dalam hubungan bilateral.

Perdana Menteri China Li Qiang dikabarkan bertemu langsung dengan Kim di lokasi tersebut, menunjukkan intensifikasi komunikasi tingkat tinggi antara kedua negara. Meski belum ada konfirmasi resmi dari Kementerian Luar Negeri China, kunjungan ini diperkirakan berlangsung singkat, dengan Kim kembali ke Korea Utara pada hari yang sama. Analis menilai kemungkinan besar ia tidak akan melanjutkan perjalanan ke ibu kota Beijing menyusul pembukaan konferensi tingkat tinggi Partai Komunis China pada Senin (26/10/2026).

Jembatan baru sepanjang tiga kilometer ini merupakan terobosan penting dalam konektivitas darat antara kedua negara, setelah mengalami penundaan bertahun-tahun. Dibuka secara resmi pada bulan ini, jembatan tersebut menjadi jalur utama perlintasan perbatasan dan diharapkan dapat mendorong pemulihan perdagangan serta aktivitas ekonomi yang sempat terhambat akibat ketegangan dan pandemi. Pembukaan ini menjadi simbol baru dalam normalisasi hubungan setelah masa-masa isolasi yang panjang.

Para pakar menggarisbawahi dampak strategis dari pembukaan jembatan ini. Lu Chao dari Akademi Ilmu Sosial Liaoning menyebut bahwa pengurangan hambatan logistik akan mendorong arus barang, termasuk bahan baku, peralatan berat, dan produk energi yang dibutuhkan Korea Utara untuk pembangunan. Sebelumnya, hubungan ekonomi kedua negara sempat menurun drastis, tetapi kini terjadi peningkatan frekuensi pertemuan pejabat tinggi dan kerja sama bilateral.

Kunjungan Kim ini juga mencerminkan keberlanjutan hubungan strategis dengan China, meski Pyongyang kini memperluas kemitraan ke Rusia sejak 2022. Namun, ketergantungan ekonomi terhadap Beijing tetap dominan, terutama dalam perdagangan dan dukungan diplomatik. Di sisi lain, upaya diplomasi Amerika Serikat melalui Donald Trump untuk kembali membangun dialog dengan Korea Utara dinilai kini menghadapi tantangan besar, dengan peluang pertemuan pada tahun ini terus menipis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya