Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Obama Sindir Renovasi Gedung Putih, Sebut Mirip Restoran Mewah

Mantan Presiden AS Barack Obama mengkritik proyek renovasi Gedung Putih era Trump dengan menyamakannya seperti restoran mewah hasil desain diktator Irak, Saddam Hussein.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Obama Sindir Renovasi Gedung Putih, Sebut Mirip Restoran Mewah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Barack Obama mengungkapkan kritik tajam terhadap perubahan fisik Gedung Putih selama masa kepemimpinan Donald Trump dalam sebuah kampanye di Cleveland, Ohio. Ia menyebut renovasi yang dilakukan terlalu berlebihan, terutama dalam penggunaan ornamen emas dan pembangunan fasilitas baru yang dinilainya tidak perlu. Sindiran itu disampaikan dalam konteks dukungan terhadap calon gubernur Demokrat Amy Acton dan senator Sherrod Brown menjelang pemilu sela.

Ia memperlihatkan sejumlah perubahan yang dilakukan, termasuk pembangunan ruang dansa permanen, penataan ulang Taman Mawar dengan lantai batu kapur, serta pembangunan landasan helikopter di Halaman Selatan menggunakan granit. Obama menilai semua elemen tersebut membuat Gedung Putih terkesan seperti tempat komersial mewah. Ia menyebut konsepnya mirip restoran waralaba The Cheesecake Factory yang dikelola oleh mantan diktator Irak, Saddam Hussein, dalam nada sarkastik yang memancing tawa dan tepuk tangan dari audiens.

Selain menyoroti aspek arsitektur, Obama juga menekankan pentingnya kebijakan luar negeri yang stabil, khususnya terkait kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) yang sempat ditinggalkan oleh pemerintahan Trump. Ia menekankan bahwa penarikan diri dari perjanjian tersebut berdampak pada kenaikan harga energi dan meningkatkan ketegangan global. Ia menyeru masyarakat Ohio untuk memilih calon Demokrat demi menjaga konsistensi kebijakan yang lebih bertanggung jawab.

Pembaruan infrastruktur Gedung Putih memang mencakup berbagai aspek teknis, seperti penggantian paving dan peningkatan fasilitas darurat untuk acara kenegaraan. Namun, menurut Obama, fokus pada estetika dan kemewahan justru mengaburkan fungsi utama Gedung Putih sebagai simbol kekuasaan demokratis dan stabilitas nasional. Ia menekankan bahwa pemimpin seharusnya memprioritaskan kebijakan publik, bukan desain interior.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya