Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun

Pemerintah menaikkan target setoran PNBP sektor energi dan mineral tahun 2026 menjadi Rp165 triliun, didorong capaian positif hingga September yang sudah mencapai 93,78% dari target sebelumnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah resmi menaikkan target setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) pada tahun 2026 menjadi Rp165 triliun, meningkat dari angka sebelumnya sebesar Rp137 triliun. Kenaikan ini didasarkan pada pencapaian realisasi yang signifikan hingga semester pertama tahun ini, di mana sektor ini telah meraup pendapatan sebesar Rp127,71 triliun atau setara 93,78% dari target awal. Peningkatan ini menunjukkan kinerja optimal yang diharapkan dapat dipertahankan hingga akhir tahun.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi dasar untuk menaikkan target, meskipun produksi batu bara diatur lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai lebih dari 800 juta ton. Upaya ini dilakukan untuk mendorong nilai tambah melalui hilirisasi, bukan sekadar peningkatan volume ekspor. Hingga September 2026, realisasi setoran PNBP dari batu bara telah mencapai 92,02% dari target APBN, menunjukkan konsistensi pencapaian meski produksi dibatasi.

Di sektor hulu migas, peningkatan setoran PNBP juga diproyeksikan berkat keberhasilan lifting minyak pada 2025 yang melampaui target untuk pertama kalinya dalam dekade terakhir, mencapai sekitar 605,9 ribu barel per hari. Sementara di hilir, realisasi diperkuat oleh lima dari 14 smelter terintegrasi yang telah rampung dengan total investasi mencapai 7,8 miliar dolar AS. Langkah selanjutnya mencakup pengembangan prekursor, katoda, hingga baterai, sebagai upaya menjamin nilai tambah tetap berada di dalam negeri.

Bahlil menegaskan bahwa keberhasilan sektor ESDM tidak hanya dinilai dari angka, tetapi juga dari ketaatan terhadap kewajiban dalam negeri, reklamasi lahan, serta standar keselamatan kerja. Ia menekankan pentingnya eksekusi nyata atas konsep yang telah dirancang, bukan sekadar dokumen. “Jangan hanya bikin konsep, konsep, konsep terus, tidak pernah mengeksekusi,” tegasnya. Investasi sektor ESDM pada 2025 mencapai 31,97 miliar dolar AS, yang disebutnya sebagai fondasi awal, bukan pencapaian akhir.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya