Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik

Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 21.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Barack Obama menggarisbawahi urgensi pemilu sela Amerika Serikat sebagai momen penentu yang tak boleh dilewatkan, dengan menyatakan bahwa hasil pemilu ini merupakan kesempatan terakhir untuk membatasi dampak dari kebijakan yang dianggapnya merusak. Dalam pidato kampanye di Ohio, ia menyoroti krisis ekonomi akibat inflasi tinggi dan ketegangan geopolitik, terutama terkait konflik dengan Iran, yang menurutnya memberi Teheran pengaruh berlebihan atas jalur strategis seperti Selat Hormuz.

Ia menekankan bahwa kebijakan pemerintahan Trump, terutama di bidang tarif dan imigrasi, telah menimbulkan ketidakstabilan yang tak pernah terjadi sebelumnya dalam era modern. Obama menyindir secara halus upaya renovasi Gedung Putih yang dinilainya berlebihan dan menyerupai simbol kekuasaan otoriter, dengan membandingkan ornamen emas yang dipasang dengan gaya arsitektur diktator. Ia menekankan bahwa rakyat memiliki peran krusial untuk menghentikan apa yang ia sebut sebagai “kebodohan pemerintahan”.

Sementara itu, Presiden Donald Trump merespons dengan menekankan pencapaian ekonomi, termasuk pendapatan dari kebijakan tarif dan janji pembayaran sebesar US$5.000 kepada warga jika Partai Republik menguasai Kongres. Ia menyerang Demokrat sebagai kelompok yang akan “merampas kekayaan” dan membuka pintu imigrasi dari negara-negara yang dianggap berisiko. Dalam pernyataannya, Trump menyarankan preferensi imigrasi dari negara-negara seperti Norwegia atau Swedia, menyoroti pilihan yang menurutnya lebih aman dan stabil.

Obama juga mengkritik kampanye lawan Demokrat, khususnya iklan yang menampilkan ibu calon gubernur Amy Acton, yang menyebut putrinya sebagai pembohong. Ia menyoroti bahwa iklan tersebut tidak menyebut fakta bahwa suami ibu tersebut pernah didakwa atas tuduhan pemerkosaan terhadap Acton saat masih anak-anak. Dalam konteks ini, Obama menegaskan bahwa kampanye yang menggunakan trauma pribadi demi keuntungan politik mencerminkan batas moral yang telah dilanggar.

Pemilu sela yang digelar pada 3 November akan menentukan dominasi politik di Kongres selama sisa masa jabatan Trump. Hasilnya akan menentukan sejauh mana presiden dapat menjalankan agenda tanpa kendala. Dalam konteks ini, Obama menekankan bahwa keputusan pemilih bukan hanya soal kebijakan ekonomi atau imigrasi, tetapi juga tentang memilih antara keberlanjutan demokrasi atau kemunduran ke arah otoritarianisme.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya