Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi

Operasi modifikasi cuaca dilakukan BMKG di Jakarta 21–25 Oktober 2026 dengan penaburan 4 ton garam, bertujuan menurunkan polusi udara melalui hujan buatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan serangkaian upaya modifikasi cuaca di wilayah Jakarta pada periode 21 hingga 25 Oktober 2026. Operasi ini dilakukan sebagai bagian dari dukungan teknis terhadap kebijakan pengendalian kualitas udara yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya menjelang penyelenggaraan acara publik di kawasan ibu kota. Langkah ini diprioritaskan untuk mengurangi tingkat polusi atmosfer yang berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat dan kenyamanan lingkungan perkotaan.

Penyemaian awan dilakukan dengan menaburkan 4.000 kilogram garam (NaCl) dalam empat misi penerbangan menggunakan pesawat Cessna Caravan C208B dengan nomor registrasi PK-SNH. Dua di antaranya dilaksanakan pada 23 Oktober 2026, masing-masing menyasar wilayah Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, Bogor, dan khususnya area Bogor. Pemilihan waktu dan lokasi didasarkan pada analisis kondisi atmosfer yang lembap dan adanya massa udara konvektif yang mendukung pembentukan hujan.

Hasil pemantauan dari citra radar BMKG serta laporan visual pada sore hingga malam hari menunjukkan adanya turunnya hujan di sejumlah wilayah, terutama Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Kegiatan ini berlangsung dari posko komando yang berlokasi di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, dengan koordinasi erat antara BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Upaya ini diharapkan mampu membantu proses pembersihan partikel pencemar dari atmosfer secara alami melalui turunnya hujan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan bahwa modifikasi cuaca bukan pengganti utama dalam penanganan pencemaran udara, melainkan instrumen pendukung dalam mitigasi lingkungan. Kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dalam pertukaran data meteorologi dan kualitas udara menjadi dasar pengambilan keputusan. Tujuan utamanya adalah menunjang pengelolaan lingkungan perkotaan yang lebih responsif terhadap dinamika cuaca dan kondisi lingkungan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya