Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit

Penjualan gabungan Hyundai dan Kia di China turun di bawah 10.000 unit pada September, mencatat penurunan tahunan signifikan dan menandai kinerja terlemah sepanjang tahun ini.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Penjualan ritel Hyundai Motor dan Kia Corp. di pasar Tiongkok pada bulan September mencatat angka di bawah 10.000 unit, menjadi titik terendah sepanjang tahun ini. Data dari Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA), yang dikutip oleh laporan Hana Securities, menunjukkan penurunan tajam sebesar 47 persen untuk Hyundai dan 31 persen untuk Kia dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total penjualan gabungan keduanya berada di kisaran 9.000 unit, jauh dari level puncak yang pernah dicapai pada pertengahan 2010-an.

Pangsa pasar kedua merek tersebut pun menyusut tajam, hanya mencapai 0,6 persen, berbanding terbalik dengan dominasi lebih dari 10 persen yang pernah mereka miliki di era awal dekade 2010-an. Meskipun telah meluncurkan kendaraan listrik khusus untuk pasar China, performa produk-produk tersebut belum mampu menstimulasi permintaan yang diharapkan. Model Elexio, SUV listrik hasil pengembangan khusus untuk pasar Tiongkok, hanya terjual 251 unit dalam sembilan bulan pertama tahun ini—angka yang jauh lebih rendah dibandingkan 1.216 unit yang terjual dalam tiga bulan terakhir tahun lalu.

Ioniq V, sebagai model pertama dari merek Ioniq yang dirancang khusus untuk pasar Tiongkok, mencatat penjualan sebanyak 558 unit pada bulan September. Angka ini menunjukkan bahwa strategi peluncuran kendaraan listrik yang disesuaikan dengan preferensi lokal belum menunjukkan dampak signifikan terhadap perbaikan kinerja penjualan. Kedua perusahaan menghadapi tantangan besar dalam membangun daya tarik di pasar yang kini didominasi oleh merek lokal dengan inovasi teknologi dan harga kompetitif.

Kendati demikian, kedua perusahaan tetap berkomitmen untuk memperkuat posisi di Tiongkok melalui pengembangan produk dan penyesuaian strategi pemasaran. Namun, hasil awal menunjukkan bahwa perbaikan pasar membutuhkan lebih dari sekadar peluncuran model baru. Fokus utama kini berpindah pada peningkatan ekosistem layanan, jaringan pengisian daya, serta penyesuaian harga yang lebih responsif terhadap dinamika pasar domestik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya